Erry Minta Presiden Jokowi Tambah Anggaran Jalan Sumut

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi meminta Presiden RI Joko Widodo menambah alokasi dana untuk pembangunan dan perawatan jalan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang memiliki jalan nasional terpanjang di Indonesia.

Hal itu disampaikannya langsung kepada Presiden Joko Widodo pada acara video conference penandatanganan kontrak serentak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, di Kantor Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I, Jalan Sakti Lubis, Rabu (6/1).

Erry menjelaskan, panjang jalan nasional di Provinsi Sumut 2.632 kilometer termasuk yang terpanjang di Indonesia, dengan kondisi mantap 80,68 persen. Dengan demikian masih ada 508,52 kilometer jalan nasional yang berada dalam kondisi rusak.

Untuk itu, diharapkan alokasi dana untuk pembangunan maupun perawatan jalan bisa meningkat lagi.

“Tahun ini kita dapat Rp 1,9 triliun, paling tidak kita butuh alokasi Rp 3 triliun karena masih banyak jalan nasional yang rusak,” pinta Erry.

Erry mengatakan, walaupun Provinsi Sumut memiliki jalan nasional terpanjang dari seluruh provinsi, namun anggaran masih minim. Ia mencontohkan Provinsi Sulawesi Tengah yang panjang jalannya masih di bawah Provinsi Sumut, namun alokasi anggaran mencapai Rp 2,8 triliun.

“Kita mohon bisa diperhatikan, karena jumlah penduduk Sumut juga termasuk ke empat terbesar,” ujarnya.

Melalui video conference, Presiden Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyaksikan penandatanganan kontrak kegiatan anggaran Kementerian 2016 yang dilakukan di lima lokasi secara serentak, yakni Medan, Banjarmasin, Surabaya, Manado, dan Jayapura.

Penandatangan kontrak dihadiri Direktur Pembangunan Jalan Kementerian PU Pera Achmad Ghani Ghazali, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I (BBPJN I)  Paul Ames Halomoan, Kapolda Sumut, Kajati Sumut, dan Kepala BPKP Sumut.

Total alokasi anggaran Direktorat Jenderal Binamarga di Provinsi Sumut pada tahun 2015 adalah Rp 1.986.540.715.000  sedang untuk tahun 2016 ini alokasi turun sekitar Rp 60 miliar  menjadi Rp 1.925.253.272.000.

Padahal sejumlah program strategis nasional di Provinsi Sumut, di antaranya Kawasan Strategis Nasional Medan-Binjai-Deliserdang-Karo dan Kawasan Strategis Nasional Danau Toba membutuhkan infrastruktur jalan yang baik.

Khusus KSN Danau Toba, Erry berharap ada perhatian pemerintah khususnya Kemen PU Pera membangun jalan untuk pengembangan wisata Danau Toba.

Dijelaskannya, dengan jarak 180 kilometer dari Bandara Kualanamu, membuat banyak wisatawan enggan datang ke Danau Toba. Padahal Medan-Parapat sebenarnya punya jalan strategis yang hanya berjarak 94 kilometer, melalui jalan Rawasering atau Tanjung Morawa-Seribu Dolok-Tongging.

Untuk itu, Erry berharap pembangunan jalan Rawasering bisa menjadi prioritas ke depannya.

Presiden menyaksikan penandatanganan kontrak dengan total paket yang ditandatangani sebanyak 644 paket dengan nilai kontrak Rp 8,814 triliun. Dari total paket tersebut, 597 di antaranya paket kecil dengan nilai proyek di bawah Rp 50 miliar.

Paket kecil ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi di daerah-daerah. Sedang 47 paket lain adalah paket besar dengan nilai di atas Rp 50 miliar. Nilai kontrak tersebut merupakan 10,84 persen dari total belanja modal Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2016.

Sedang untuk BBPJN I Medan, pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan kontrak sebanyak 37 paket dengan total nilai Rp 644.038.527.957, dimana 13 proyek diantaranya berada di wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

“Kalau hari ini sudah ditandatangani, besok harus sudah mulai kerja,” kata Presiden Jokowi.

Presiden berharap percepatan ini bisa mendorong dan menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jangan sampai investor dan masyarakat sudah percaya, kita lalai. Growth (pertumbuhan ekonomi, red) bisa turun lagi,” katanya.

Presiden berpesan agar proyek yang dilaksanakan bisa padat karya dengan melibatkan kontraktor lokal dan bahan baku lokal, sehingga lebih banyak uang beredar di daerah. (AFR)

Foto: Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi saat memaparkan kondisi jalan di Sumut saat video converence dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (6/1). (bataktoday/afr)

  • Bagikan