Jalan Alternatif di Inti Kota Siantar Segera Diperlebar

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di inti Kota Pematang Siantar terutama di Jalan Merdeka dan Sutomo, Pemerintah Kota (Pemko) Siantar akan melebarkan jalan-jalan alternatif yang sudah ada agar lebih banyak bisa dilewati kendaraan.

Salah satu ruas jalan alternatif yang akan dilebarkan dalam waktu dekat adalah jalan penghubung dari Jalan Bandung atas (depan Kantor Lurah Dwikora) menuju Jalan Wahidin. Saat ini banyak bangunan ilegal berdiri di atas saluran drainase, padahal lokasi bangunan tersebut bisa dimanfaatkan untuk pelebaran jalan.

“Kita akan lebarkan jalan ini dengan membongkar semua bangunan yang berdiri di atas drainase,” ujar Penjabat Wali Kota, Jumsadi Damanik didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Rupinus ST, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jekson Gultom, dan Plt Kabag Humas Jalatua Hasugian, saat meninjau sejumlah ruas jalan yang bisa diperlebar, Rabu (6/1) sore.

Selain itu, jalan sepanjang rel kereta api dari Jalan Wahidin menuju Jalan Cokroaminoto (belakang Gedung IV Pasar Horas) juga akan dilebarkan. Bangunan-bangunan liar maupun kios-kios yang berdiri di atas drainase akan ditertibkan.

“Jalan ini nantinya harus bisa dilalui kendaraan dua jalur sehingga bisa mengurai kemacetan di Jalan Merdeka, khususnya seputar Pasar Horas,” ujar Rupinus.

Selain itu, untuk mengurangi kemacetan di Jalan Sangnaualuh menuju Jalan Sutomo dan Pattimura (arah Tanah Jawa) sekitar Ramayana, akan dibangun jalan tembus serta jembatan konstruksi baja sepanjang 25 meter yang menghubungkan Jalan PLTD (samping Asrama Polisi) menuju Jalan Pattimura (Tomuan Pasar Sore).

“Jika jembatan ini selesai, warga dari arah Jalan Asahan menuju pusat kota bisa melintasinya keluar dari Jalan Pattimura ke arah Lapangan Bola atau ke Jalan Siatas Barita lalu ke arah Jalan Pane. Di Jalan Pane akan kita bangun trotoar di atas drainase sehingga pejalan kaki, khususnya anak-anak sekolah bisa melintas, karena di lokasi ini banyak sekolah,” terang Rupinus.

Jumsadi juga meminta pelebaran Jalan Haji Adam Malik, dari depan Kantor DPRD hingga samping Kantor Satpol PP, dengan menggeser saluran drainase ke tepi dan dipasang plat beton, sehingga kemacetan yang kerap terjadi di persimpangan Jalan Haji Adam Malik dan MH Sitorus bisa segera dikurangi.

Trotoar sepanjang Jalan Kartini yang sebagian sudah dibongkar dan dipindah ke atas drainase, akan dilanjutkan sehingga sepanjang Jalan Kartini makin lebar.

”Masyarakat juga harus bisa memahami, bahwa pelebaran jalan ini untuk kepentingan bersama. Jangan lagi ada warga yang berjualan di atas trotoar, karena fasilitas itu diperuntukkan bagi pejalan kaki. Kita berharap, semua pihak bisa memahami rencana kita untuk menata kota ini secepatnya,” tandas Jumsadi. (rel/tg).

Foto: Penjabat Wali Kota, Jumsadi Damanik didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Rupinus Simanjuntak, Kepala Badan Lingkungan Hidup Jekson Gultom, dan Plt Kabag Humas Jalatua Hasugian, saat meninjau sejumlah ruas jalan yang bisa diperlebar, Rabu (6/1) sore.

  • Bagikan