Ketahuan Selingkuh, Silalahi Malah Hajar Isteri

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Alexander Silalahi (38) warga di Jalan SKI, Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan, siksa isterinya, S boru S (37). Selain menyeret-nyeret mulai dari kamar sampai keluar rumah, Alexander yang berstatus pegawai PDAM Tirtauli itu kemudian membogem wajah dan kening istrinya sampai lebam.

Tak sampai di situ, Alexander juga mengusir perempuan yang sudah memberinya dua anak itu dari rumah.

Tentu saja S boru S sakit hati dan langsung melaporkan kejadian yang baru dia alami kepada keluarganya, dan kemudian mengadu ke Polresta Pematang Siantar, Rabu (6/1).

Data yang berhasil dihimpun BatakToday dari keponakan korban bermarga Simanjuntak (25), sebelumnya S boru S jarang ribut dengan suaminya Alexander. Tapi sejak Alexander ketahuan selingkuh, sering terjadi pertengkaran antar kedua pasangan suami isteri itu.

Bila bertengkar, tak jarang Alexander main tangan, dan S boru S sudah kerap mengadu kepada keluarga. Tapi Alexander tetap saja tidak merubah kelakuannya yang suka memukul.

“Sudah gila suaminya itu, makanya sering memukuli namboruku. Suaminya itu sudah sering ketahuan selingkuh. Kami pun sudah pernah bilang sama namboru agar melapor ke polisi, apalagi sudah sampai main tangan.Tapi Namboruku belum mau melapor karena masih mempertahankan rumah tangganya,” kata Simanjuntak.

“Memang sudah sering suaminya itu mengusir Namboruku keluar dari rumah, makanya mengadu ke sini. Itu wajah dan kening Namboruku luka lebam karena dibogem suaminya,” sambung Simanjuntak.

Amatan BatakToday di Polresta Pematang Siantar, S boru S tidak sempat ditanyai lebih jauh, karena petugas piket langsung membawanya menaiki mobil patroli untuk melakukan visum sekaligus olah tempat kejadian, serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi saat korban dianiaya suaminya.

Kanit SPKT I Polresta Siantar Ipda Elman Tampubolon membenarkan kejadian itu, namun kasusnya belum sampai ke ranah hukum, karena masih ada upaya penyelesaian secara kekeluargaan.

“Belum kita terima resmi pengaduannya. Permasalahan itu lagi ditangani keluarga untuk diselesaikan damai kekeluargaan. Kita tungggulah. Dan kalau tidak ada perdamaian, maka kita terima pengaduannya,” tegas Elmab. (AB)

Foto: Korban S boru S mengenakan baju daster motif bunga-bunga dibawa petugas untuk divisum. (bataktoday/ab)

  • Bagikan