Anggota DPD RI: Pilkada Tanjungbalai Terbaik di Sumatera Utara

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday-

Anggota komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dedi Iskandar Batubara menilai pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Tanjungbalai terbaik di Sumatra Utara (Sumut) .Hal itu diungkapkannya saat melakukan kunjungan kerja ke Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai, Kamis (7/1).

“Hasil pengamatan saya terkait pelaksanaan pilkada serentak di seluruh Indonesia khususnya di Sumatera Utara, ternyata kota Tanjungbalai ini menjadi salah satu daerah terbaik dalam melaksanakan pilkada . Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya gugatan dari pasangan calon lainnya ke Mahkamah Konstitusi (MK),” katanya.

Mananggapi adanya upaya penjegalan pelantikan pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tanjungbalai terpilih, M Syahrial-Ismail yang dilakukan DPRD Tanjungbalai, Iskandar menilai seluruh tahapan pilkada yang dilaksanakan oleh KPU Kota Tanjungbalai sudah benar dan tidak ada masalah.

“Kita memahami bila DPRD itu memiliki wewenang untuk membentuk pansus, namun KPU juga memilki wewenang untuk menyelesaikan seluruh tahapan pilkada. Maka tidak ada yang bisa menunda proses pengesahan pasangan calon terpilih ini. Silahkan berjalan sesuai dengan prosedur dan diharapkan masing-masing pihak agar saling menghargai,” pungkasnya tegas.

Anggota MPR RI ini menambahkan, pihaknya sedang melakukan monitoring atas pengelolaan  APBN yang disalurkan untuk pelaksanaan tahapan pilkada 9 Desember 2015 lalu di Sumatera Utara.

“Fungsi dan tugas kami untuk mengawasi penyaluran dana APBN yang masuk untuk pelaksanaan pilkada di daerah. Saya juga sudah menerima laporan dari ketua KPU Kota Tanjungbalai, bahwa selain sudah sukses menjalankan seluruh tahapan, saat ini KPU sedang menjalani proses pemeriksaan penggunaan anggaran oleh Inspektorat Kota Tanjungbalai. Ini sebuah tindakan yang baik sebelum dilakukan pemeriksanaan oleh BPK RI. Pada prinsipnya, seluruh anggaran yang digunakan itu harus dipertanggungjawabkan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai Amrizal kepada anggota komite IV DPD RI Dedi Iskandar Batu Bara memastikan, dalam melaksanakan seluruh tahapan Pilkada 9 Desember 2015 lalu, pihaknya konsisten berpedoman pada UU No 1 Jo UU No 8 Tahun 2015 tentang Pilkada dan PKPU No 2 Tahun 2015.

Amrizal yang didampingi empat komisioner lainnya juga menyatakan terkejut atas sikap DPRD Tanjungbalai yang menolak hasil Pilkada, dengan alasan belum berakhirnya investigasi dugaan pelanggaran pilkada..

“Hal itu kami ketahui saat menyampaikan usulan pengesahan pasangan calon terpilih. Padahal sesuai dengan aturan yang tertuang didalam PKPU No 2 tahun 2015, usulan itu diserahkan paling lama  29 Desember 2015,” terang Amrizal.

“Dalam UU No 8 tahun 2015 juga diatur, apabila DPRD tidak menyampaikan usulun pengesahan pasangan calon terpilih ke Mendagri melalui Gubernur, maka pengusulan dapat dilakukan Pemko Tanjungbalai melalui Gubsu ke Mendagri selambat-lambatnya 20  hari sejak berkas diterima secara lengkap,” pungkasnya. (eko)

Foto: Anggota Komite IV DPD RI, Dedi Iskandar Batu Bara (kemeja warna merah) saat melakukan kunjungan kerja di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai terkait pelaksanaan pilkada, diterima Ketua KPU Kota Tanjungbalai Amrizal dan para komisioner, serta anggota Panwaslu Kota Tanjungbalai, Kamis (7/1). (bataktoday/ist)

  • Bagikan