Tujuh Kecamatan di Tapanuli Utara Rawan Longsor

  • Bagikan

Tapanuli Utara, BatakToday-

Akibat pergeseran kulit bumi dan perambahan hutan yang tidak terkendali, sejumlah kawasan di tujuh kecamatan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) rawan longsor.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Taput, Febrina BT kepada BatakToday, Kamis (7/1) di kantornya.

“Daerah yang masuk kategori rawan longsor, diantaranya Kecamatan Tarutung, Siatas Barita, Garoga, Pahae julu, Purba Tua, Pahae Jae, dan Simangumban,” terang Febrina.

Febrina menjelaskan, pada survei yang dilaksanakan BPBD Taput pada bulan Desember 2015 lalu, ditemukan banyak areal hutan yang sudah gundul, diduga  akibat penebangan liar.

Mengantisipasi tingginya frekuensi penebangan liar, Febrina mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak yang berwajib, jika menemukan aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan.

Ia juga berharap, masyarakat kembali mengembangkan semangat gotongroyong untuk membersikan selokan, parit ataupun drainase, agar tidak terjadi penyumbatan yang berpotensi menimbulkan banjir, yang biasanya diikuti dengan tanah longsor.

“BPBD siaga 24 jam membantu masyarakat jika terjadi bencana. Kami juga  telah mengusulkan anggaran untuk memperbaiki daerah yang rawan longsor. Namun yang paling penting, marilah masyarakat Tapanuli Utara bergandengan tangan dengan pemerintah dalam menjaga bonapasogit yang kita cintai ini” harapnya.

Opung Barada Simorangkir (62) warga Desa Hutanamora Kecamatan Siatas Barita mengungkapkan, desanya memang rawan longsor, dan berharap Pemkab Taput melakukan upaya pencegahan.

“Kami tidak tahu apa penyebabnya. Hendaknya Pemerintah dapat memperhatikan desa kami ini,” pintanya. (TN)

Foto: Salah satu titik area rawan longsor di Desa Hutanamora Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara. (bataktoday.com/tn)

  • Bagikan