Kejari Tanjungbalai Diminta Serius Tangani Kasus IPAL

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday-

Kejaksaaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai diminta serius menangani dugaan korupsi pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) senilai Rp 3,4 miliar pada tahun anggaran 2014 yang diduga melibatkan Wali Kota Tanjungbalai  Thamrin Munthe.

Hal itu diutarakan Ketua Markas Cabang  Laskar Merah Putih KotaTanjungbalai Andika Harahap kepada BatakToday,  Sabtu (9/1).

“Dalam hal ini masyarakat akan kecewa terhadap kinerja Kejari Tanjungbalai, bila kasus dugaan korupsi itu dihentikan tanpa alasan yang jelas. Sebelumnya, kita telah memaklumi alasan dari kejaksaan untuk tidak meminta keterangan dari pihak-pihak terkait untuk fokus terhadap pelaksanaan pilkada. Namun setelah pilkada berakhir, maka tidak ada alasan bagi korps adhiyaksa itu untuk tidak kembali melakukan tindakan hukum dengan segera menetapkan tersangka dalam dugaan korupsi pembangunan IPAL tersebut,” tandasnya.

Menurut Andik, keterlibatan  Maulida, putri Wali Kota Tanjungbalai Thamrin Munthe dalam pembelian lahan proyek IPAL yang terletak di Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Sei Tualang Raso merupakan bukti awal bagi tim penyidik Kejari Tanjungbalai untuk menjerat Wali Kota Tanjungbalai .

“Dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan sebagai penyebab keterlibatan putri Wali Kota Tanjungbalai. Mustahil dia (Maulida, red) bisa ikut terlibat jika tidak memanfaatkan kekuasaan orang tuanya sendiri,” katanya.

Diketahui,  beberapa waktu lalu Kejaksaan Negeri Tanjungbalai telah melakukan pemeriksaan terhadap Maulida  untuk dimintai keterangan terkait pembelian lahan pembangunan IPAL tersebut .

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tanjungbalai A.Hakim Sarimuda Harahap, kepada wartawan Kamis (19/11) lalu membenarkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap putri Wali Kota Tanjungbalai berinisial M.

“Hari ini kami telah meminta keterangan selama empat jam terhadap putri Wali Kota Tanjungbalai  mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. Keterkaitannya dalam hal pembelian lahan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah,” terang Hakim Sarimuda Harahap ketika itu.

Menurut Hakim, lahan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai dibeli oleh putri Wali Kota Tanjungbalai Thamrin Munthe berinisial M sebesar Rp 200 juta dari MY selaku pemilik.

“Kami dalam dugaan korupsi proyek IPAL ini akan terus mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan. Nantinya pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga kami panggil untuk dimintai keterangan,” katanya. (eko)

Foto: Ilustrasi. (mochlasin31.blogspot.co.id)

  • Bagikan