Damanik Ingatkan Satpol PP Siantar, Penggusuran Pedagang Jangan Diskriminatif

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Upaya penggusuran pedagang kaki lima dari trotoar di Jalan Kartini, Pematang Siantar, berlanjut hingga Senin (11/01/2016). Beberapa pedagang yang sebelumnya minta penundaan, terlihat mulai membongkar sendiri tempat berjualan yang berada di atas trotoar.

Pedagang sepatu, Manif Damanik, 71 tahun, yang berjualan di seberang toko peralatan rumahtangga Idea, Jalan Kartini, turut berkemas, dengan membongkar bangunan darurat tempatnya berjualan.

Damanik mengatakan tidak ada pilihan lain, jika memang untuk menegakkan peraturan.

“Jadi, terus terang aja, kalau peraturan ini dijalankan untuk kebaikan, harus kita ikuti. Sewaktu pembangunan trotoar ini pun, saya bongkar, satu setengah bulan saya tidak berjualan,” ujar Damanik.

Damanik, yang sudah berjualan selama 12 tahun di tempat itu menyebutkan dia tahu peraturan tentang larangan berjualan di trotoar, dan peraturan tentang kebersihan.

“Selama saya berjualan di sini, selalu saya sisihkan tempat untuk pejalan kaki. Saya tinggalkan emperan untuk orang berjalan. Kebersihan pun selalu kita jaga. Kalau ada orang berjualan yang menyapu empat kali satu hari, bahkan mengepel, sayalah orangnya. Uang kebersihan pun selalu kita bayar selama 12 tahun ini. Mulai kita jualan, langsung mereka tagih itu, mana ada istilah prei. Kita bayar Rp 1.500 tiap hari. Saya pun maunya menaati peraturan. Tapi yang namanya hidup kita kan harus cari makan, sekarang mau bilang bagaimana lagi,” sebutnya pasrah.

Ketika ditanya harapannya untuk Pemko Siantar dan Satpol PP, Damanik minta supaya jangan ada diskriminasi.

“Saya minta kepada Satpol PP, jangan ada diskriminasi. Segala yang berjualan di trotoar, bersihkan semua,” demikian disampaikannya.

“Saya orang jalan Kartini asli, mulai anak-anak tahun 60-an saya tinggal di Jalan Kartini. Dan saya pun mau Jalan Kartini maju. Tapi itu tadi, jangan ada diskriminasi, semua peraturan ditegakkan, baru kita bisa sama-sama maju, Akan kita pantau, betul atau tidak pemerintah mau menegakkan peraturan,” demikian tantangannya kepada Pemko Siantar.

BatakToday menemui Kasi Ops Satpol PP Kota Pematang Siantar, Arifin Sinaga, di ruang kerjanya, untuk konfirmasi terkait penggusuran pedagang yang berjualan di trotoar. Arifin menyebutkan bahwa pembersihan pedagang dari trotoar akan dilakukan bertahap.

“Kita kembalikan fungsi trotoar, dan untuk kelancaran lalu lintas, karena pejalankaki tidak berjalan di badan jalan lagi. Kita bersihkan yang di Jalan Kartini, rencana selanjutnya yang di Pamatang,” ujarnya.

Ketika disampaikan pesan Manif Damanik, agar Satpol PP tidak melakukan diskriminasi dalam penggusuran, Arifin mengatakan bahwa mereka sudah cukup memberikan toleransi dan persuasif.

“Dia (maksudnya Manif, red.) kan sudah kita berikan kelonggaran. Makanya tidak langsung kita bongkar kemarin. Semua yang di Jalan Kartini kan sudah kita bersihkan, tinggal dua lagi yang belum kemarin, itu pun yang satu sudah mulai siap-siap membongkar. Sekarang kan sudah tidak ada lagi yang berjualan di trotoar Jalan Kartini,” tegas Arifin.

Arifin menambahkan bahwa Satpol PP akan tetap memantau jika ada pedagang yang kembali berjualan setelah pelarangan dan pembongkaran tempat berjualan yang ada di atas trotoar. (EM)

Foto:

Manif Damanik, yang sebelumnya berjualan sepatu di atas trotoar, melakukan pembongkaran sendiri terhadap tempat berjualan yang ditempati sebelumnya, Jalan Kartini, Pematang Siantar, Senin (11/01/2016) (bataktoday/em)

  • Bagikan