Truk Ditabrak KA di Tanjungbalai, Sopir Tewas dalam Perjalanan ke Rumah Sakit

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday-

Satu unit truk pengangkut pelaminan dengan nopol BK 8455 BF terjungkal hingga mengalami rusak parah setelah ditabrak kereta api jurusan Medan-Tanjungbalai saat melintas di rel kereta api Jalan SMK Perkapalan Negeri I, Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai, Senin (11/1).

Dalam peristiwa itu, sopir truk bernama Rudi (25) warga Jalan Pintu Air III, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit ke Medan.

Rudi (25), sopir truk pengangkut pelaminan saat dievakuasi warga dari lokasi tabrakan menggunakan mobil patroli polisi menuju RSUD Tengku Mansyur Tanjungbalai. (bataktoday/eko)
Rudi (25), sopir truk pengangkut pelaminan saat dievakuasi warga dari lokasi tabrakan menggunakan mobil patroli polisi menuju RSUD Tengku Mansyur Tanjungbalai. (bataktoday/eko)

Sedang kernetnya yang berada di belakang truk, bernama Syarifuddin (28) warga Jalan Nelayan, Gang Kentang, Kelurahan Selat Tanjung Medan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, hanya mengalami trauma yang cukup berat, karena melompat saat kereta api mau menabrak truk.

Sumber batakToday menjelaskan, truk melaju membawa barang pelaminan dari daerah Selat Lancang, Kecamatan TB Selatan menuju rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Namun saat melintas di rel kereta api, mesin truk mati mendadak.

“Saat itu kereta api yang datang dari arah Medan dengan tujuan akhir stasiun Tanjungbalai akan melintas, namun supir truk pengangkut pelaminan mungkin tidak mendengar klakson dari kereta api, ditambah palang pengamanan tidak ada, sehingga saat akan melintasi rel, tepatnya di perlintasan kereta api, mesin mati dan akhirnya kereta api menghantam truk hingga terseret kurang lebih 70 meter,” terang Ardi, warga sekitar.

Ardi melanjutkan, saat mesin mati di tengah rel itu kernet bernama Udin yang melihat kereta api sudah dekat, langsung melompat, sedang sopir yang mencoba menstater truk untuk dapat berjalan, akhirnya tidak dapat mengelakkan tabrakan, hingga terseret kurang lebih 70 meter.

Sementara Syarifuddin alias Udin, yang akan ditanya melalui keluarganya, mengelak karena alasan masih trauma.

“Nanti dululah, Bang. Dia (Udin-red) masih trauma dan masih ngigau-ngigau atas kejadian tersebut,” kata salah seorang kerabat Udin.

Subroto dari rumah sakit dr Tengku Mansyur Tanjungbalai mengatakan, pasca kejadian pihaknya langsung memberikan tindakan perawatan terhadap sopir, Rudi.

Namun karena peralatan medis kurang lengkap maka dianjurkan dirujuk ke rumah sakit di Medan. Namun nyawa Rudi tak tertolong, menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan.

Kasat Lantas Polres Tanjungbalai AKP Daryani didampingi Aipda JH Purba, membenarkan kejadian.

“Kita masih melakukan penyelidikan, sedangkan sopir bernama Rudi meninggal dunia dalam perjalanan saat dirujuk ke Medan,” kata Daryani. (eko)

Foto: Kondisi truk pengangkut pelaminan dengan kerusakan mencapai sekitar  80 persen akibat ditabrak kereta api jurusan Medan-Tanjungbalai, Senin (11/1). (bataktoday/eko)

  • Bagikan