Wali Kota Tanjungbalai & Putrinya Bakal Terseret Kasus Korupsi IPAL?

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday-

Wali Kota Tanjungbalai Thamrin Munthe diperkirakan akan terseret dalam kasus dugaan korupsi pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) senilai Rp 3,4 miliar pada tahun anggaran 2014 .

Keterlibatan Thamrin terkait dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan pada pengadaan lahan lokasi IPAL. Beberapa waktu yang lalu, tim penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai telah memeriksa putri kandung Thamrin, Maulida terkait pembelian lahan lokasi pembangunan IPAL sebesar Rp 200 juta.

Kasi Intel Kejari Tanjungbalai A Hakim Sarimuda Harahap kepada BatakToday,  Senin (11/1) mengatakan, kasus dugaan korupsi pembangunan IPAL yang sedang ditangani itu masih berjalan.

“Yang sudah kita mintai keterangan ada sebanyak 12 orang, terdiri dari beberapa pejabat, rekanan, termasuk putri Wali Kota Tanjungbalai. Langkah itu dilakukan untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket),” katanya.

Menurut Harahap, tugasnya sebagai ketua tim penyelidikan telah selesai melaksanakan pulbaket.

“Sebagai Ketua Tim Penyelidikan, laporan hasil pelaksanaan tugas akan saya naikkan kepada Ibu Kajari Tanjungbalai Ester PT Sibuea. Setelah berita acaranya ditandatangani beliau, saya akan menunggu arahan selanjutnya. Paling lama satu minggu ini hasil selanjutnya kita ketahui,” bebernya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap putri wali kota, sambung  Harahap, pembelian lahan pembangunan IPAL tersebut berlangsung di rumah dinas Wali Kota Tanjungbalai.

“Transaksi pembelian lahan pembangunan IPAL antara MY pemilik sebelumnya dilakukan Maulida di hadapan Wali Kota Tanjungbalai,” pungkasnya.

Infrormasi yang dihimpun dari berbagai sumber, lahan untuk pembangunan IPAL yang dibeli oleh putri wali kota sebesar Rp 200 juta akan dijual kembali kepada Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai dengan harga lebih tinggi.

“Semestinya lahan itu tercatat dahulu sebagai aset sebelum pelaksaaan pembangunan itu dimulai. Kudengar dia (Maulida,red) akan menjual kembali lahan itu ke Pemko dengan harga lebih tinggi dari harga pembelian sebelumnya. Artinya dalam hal ini, dia diduga telah berencana untuk mengambil keuntungan dengan memanfaatkan kekuasan orang tuanya sendiri,” pungkas salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang enggan menyebutkan namanya. (eko)

Foto: Wali Kota Tanjungbalai Thamrin Munthe. (arsip tanjungbalaikota.go.id, diolah)

  • Bagikan