Kejatisu Diminta Usut Proyek Pelebaran Jalan Doloksanggul-Siborongborong

  • Bagikan

Humbahas, BatakToday-

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) diminta mengusut proyek pelebaran jalan Doloksanggul-Siborongborong yang menelan biaya sebesar Rp 31.461.280.656 bersumber dari APBN Perubahan 2015. Pasalnya, kualitas pekerjaan diduga tidak memenuhi spesifikasi dan standar kualitas yang ditetapkan dalam kontrak.

Hal itu diungkapkan Sekretaris LSM Garuda Tapanuli, Tulus Subuea kepada BatakToday, Rabu (13/2).

“Proyek itu banyak kejanggalan. Kita sudah kumpulkan bukti-bukti. Jadi, Kejatisu harus responsif untuk mengusutnya,” kata Tulus.

Pekerjaan pemasangan paving block terkesan asal jadi. (bataktoday/rts)
Pekerjaan pemasangan paving block terkesan asal jadi. (bataktoday/rts)

Adapun kejanggalan pekerjaan proyek tersebut terdapat pada sejumlah titik pengaspalan hotmix, saluran air, pemasangan paving block dan cover slept (lintasan pejalan kaki di atas drainase).

Terpisah, pengamat pembangunan Kabupaten Humbahas, Juandi Sihombing,  mengatakan hal yang sama.

“Sepanjang pengamatan saya, proyek itu jauh dari standar mutu atau kualitas.Jadi, proyek itu layak untuk diusut oleh penegak hukum,” tegas Juandi.

Juandi menambahkan, pelaksana pekerjaan PT Subur Sari Lastderich (SSL) harus segera memperbaiki kembali beberapa item pekerjaan yang tidak memenuhi standar.

“Bagaimana mungkin plester semen itu hilang dari saluran air. Yang benar saja. Itu harus segera diperbaiki,” ketusnya.

Sementara pihak PT SSL yang memiliki kantor cabang di Desa Nagasaribu, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbahas belum berhasil dimintai keterangan.

“Pemilik perusahaan ini Pak Nelson Matondang, tinggal di Medan. Silakan konfirmasi ke beliau saja,” kilah seorang pegawai perusahaan itu yang enggan menyebut namanya. (RTS)

Foto: Salah satu titik pekerjaan saluran air (drainase) pada proyek pelebaran jalan Doloksanggul-Siborongborong, pasangan batu sudah mulai retak sebelum digunakan. (bataktoday/rts)

  • Bagikan