Polisi Amankan Ribuan Batang Kayu dari Perairan Selat Malaka

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday-

Tak mengantongi dokumen resmi, dua unit kapal motor (KM) bermuatan kayu laut diamankan personil Satpol Airud Polresta Tanjungbalai di perairan Selat Malaka.

Kasatpol Air AKP Bakhdaruddin didampingi Lidik Syafrizal, membenarkan penangkapan terhadap dua unit kapal motor tersebut .

“Benar kita telah melakukan penangkapan terhadap dua unit kapal motor beserta para anak buah kapal (ABK). Semula mereka berlayar dengan membawa kayu mangrove tanpa memiliki dokumen yang lengkap melintas di perairan Selat Malaka, persisnya di lampu putih Tanjung Siapiapi atau 200 meter timur laut dengan tujuan Malaysia,” urai Bakhruddin, Selasa (12/1).

Bakhdaruddin menambahkan, penangkapan terhadap dua unit kapal motor, masing-masing KM Berkah Utama GT 10 No : 347/PHB/S7 dan KM Febry Utama GT 6 No 326 /PHB/S7, berawal dari patroli rutin.

“Komandan Patroli (Kopad) Brigadir Khoharuddin bersama anggota pada saat itu melakukan patroli dengan menggunakan kapal patroli (KP) II dengan nomor lambung 2027 di perairan Selat Malaka, tepatnya di lampu putih Tanjung Siapiapi atau 200 meter timur laut,” terang Bakhdaruddin.

Bersamaaan itu, lanjut Bakhdaruddin, personil melihat ada dua unit kapal motor kayu mencurigakan dengan bermuatan sarat yang dinakhodai dua warga Desa Bagan Jawa, Kecamatan Pasar Limau, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau masing- masing Syamsuddin (44) dan Bambang S (37). Begitu didekati dan dilakukan pemeriksaan surat dokumen kapal termasuk sertifikat yang dimiliki tekong atau nakhoda dan izin berlayar, mereka (tekong) tidak dapat memperlihatkannya.

“Dengan begitu kita langsung  menggiring kedua kapal yang mengangkut kayu mangrove ke markas berikut ABK,” jelasnya.

Saat ini, sambung Bahkruddin, tekong berikut ABK yang berhasil diamankan sedang menjalani pemeriksaan.

Setelah muatan kapal dibongkar dan dihitung, keseluruhan kayu laut atau kayu mangrove itu berjumlah 2.932 batang.

Kasatpol Air AKP Bakhdaruddin menjelaskan, untuk kasus ini para tersangka dijerat pasal 219 ayat 1 Subs 323 dari UU No 17 Tahun 2008 tentang pelayanan tidak memiliki surat izin berlayar dengan ancaman minimal satu tahun dan maksimal lima tahun. Selain itu, juga dikenakan pasal 83 ayat 1B UU No 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan atau pasal 50 ayat 3 huruf H Subs Pasal 78 ayat 7 dari UU No 41 tahun 1999 tentang kelautan dengan ancaman minimal satu tahun, maksimal lima tahun penjara.

Sementara itu, seorang ABK bernama Syamsuri mengaku, mereka hanya disuruh seseorang yang tak dikenal membawa kayu laut dari hutan Sei Sembilang yang sudah ditebang untuk dibawa ke negeri jiran Malaysia dengan upah tekong Rp 1,3 juta, kuanca Rp 900 ribu, dan tukang masak sebesar Rp 700 ribu. (eko)

Foto: Tumpukan kayu laut hasil tangkapan dari dua unit kapal motor kayu diperlihatkan personil Satpol Airud Polres Tanjungbalai. (bataktoday/eko)

  • Bagikan