Tenggelam di Perairan Batubara, Nelayan Ditemukan Tewas

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday-

Tenggelam di perairan antara Pulau Salah Nama dengan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Guntur (28) warga Dusun XII, Desa Pematang Sei Baru, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan ditemukan tewas oleh Tim Basarnas Tanjungbalai-Asahan, Rabu (13/1).

Informasi dihimpun, nelayan jaring kepiting itu ditemukan dalam keadaan mengapung. Sebelumnya korban diduga hilang akibat dihantam ombak saat melaut, Senin (11/1) siang.

Kejadian itu bermula saat korban bersama beberapa orang temannya dengan menggunakan boat (kapal motor) yang terbuat dari kayu sedang menjaring kepiting di wilayah perairan antar Pulau Salah Nama dengan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara.

Kapos Basarnas Tanjungbalai – Asahan, Zul Indra membenarkan penemuan mayat nelayan jaring kepiting tersebut.

“Barusan jasadnya kita temukan dan sudah kita kembalikan kepada pihak keluarga. Informasi tenggelamnya nelayan yang kami temukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa itu kami terima dari pihak keluarga korban. Kami melakukan pencarian di laut selama tiga hari,” terangnya.

Sementara itu, seorang saksi mata yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, tenggelamnya korban akibat terjatuh dari atas boat yang mereka gunakan untuk mencari kepiting di laut.

“Kami melihat dia terpeleset dari atas boat, lalu terjatuh ke dalam air laut karena ombak yang begitu besar menghantam kami. Sebenarnya kami mau mencari korban, tapi niat itu kami urungkan, karena ombak begitu besar, sedang boat yang kami pergunakan itu ukurannya kecil,” katanya. (eko)

Foto: Jasad korban saat dievakuasi dari atas kapal patroli Tim Basarnas Tanjungbalai-Asahan untuk dibawa ke rumah duka. (bataktoday/eko) 

  • Bagikan