Ferry Sinamo: Sebaiknya Badri Berobat ke Rumah Sakit Jiwa

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Menanggapi dibentuknya tim seleksi calon Dewan Pengawas PDAM Tirtauli Kota Pematang Siantar oleh Pj.Walikota Pematang Siantar, Sekretaris Dewan Pengawas PDAM Ferry Sinamo mengatakan, pembentukan tim seleksi cacat hukum, karena tidak ada payung hukumnya.

“Pengangkatan Dewan Pengawas PDAM adalah hak prerogatif pemilik, dalam hal ini WaliKota Pematang Siantar. Jadi tidak perlu dibuat tim seleksi. Dipilih aja langsung oleh Walikota”  ujar Ferry.

Ferry Sinamo juga menuding Dirut PDAM Pematang Siantar Badri Kalimantan telah  memerintahkan Pj. Walikota untuk mengisi kekosongan Dewan Pengawas PDAM yang akan berakhir pada 4 Februari 2016, melalui nota dinas yang ditujukan kepada Wali Kota Pematang Siantar.

“Saya tersinggung Badri memerintah wali kota saya, karena saya masyarakat Siantar. Untuk itu, sebaiknya Badri berobat ke rumah sakit jiwa,“ ujar Ferry kesal.

Pembentukan Tim Seleksi bagian dari Hak Prerogatif Wali Kota

Berbeda dengan Ferry, Sekretaris Eksekutif Institute for Regional Development (InReD) Joseph Daniel Siahaan mengatakan, penunjukan tim seleksi justru bagian dari hak prerogatif wali kota.

“Pembentukan timsel adalah implementasi hak prerogatif yang arif oleh wali kota,” ujar Daniel kepada BatakToday, Kamis (14/1/2016) di kediamannya.

Daniel menjelaskan, dalam melaksanakan haknya, wali kota dapat melakukannya sendiri atau menggunakan tim seleksi, dengan catatan keputusan tetap di tangan wali kota, dan tim seleksi hanya mengajukan nama-nama calon sebagai hasil dari proses seleksi.

Ditanya tentang payung hukum pembentukan tim seleksi, sarjana hukum jebolan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran itu menegaskan, pembentukan tim seleksi adalah langkah etis yang diambil oleh wali kota untuk melaksanakan haknya, dan hak itu diatur dalam Permendagri Nomor 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM.

“Di atas hukum ada moral dan etika,” tegasnya.

Daniel justru mengapresiasi formasi tim seleksi yang diisi kalangan birokrasi, profesional dan perwakilan konsumen, serta melibatkan pakar psikologi USU dalam proses seleksi.

“Pak Wali tau diri sebagai orang baru di lingkungan Siantar mutakhir yang penuh intrik ini. Pembentukan timsel sangat efektif untuk menangkal tekanan kelompok-kelompok kepentingan yang .sangat masif di kota ini,” terang Daniel.

Lebih jauh, Daniel tidak melihat nota dinas dirut PDAM Tirtauli sebagai bentuk intervensi atau perintah kepada wali kota.

Daniel menjelaskan, nota dinas adalah media komunikasi formal dari bawahan kepada atasan. Untuk hal-hal yang krusial seperti berakhirnya masa tugas Dewan Pengawasa PDAM, tentu saja dirut sebagai bawahan wajib menginformasikan dan memberi saran kepada wali kota sebagai atasannya.

“Justru aneh jika Badri tidak melayangkan nota dinas kepada wali kota,” tutup Daniel. (AT/ajvg)

Foto: Sekretaris Dewan Pengawas PDAM Tirtauli, Ferry Sinamo. (bataktoday/at)

https://soundcloud.com/bataktoday-news/tanggapan-ferry-sinamo-atas-pembentukan-tim-seleksi-dewan-pengawas-pdam-tirtauli-pematang-siantar

  • Bagikan