Menteri Agama: Masjid Agung Medan Tebarkan Nilai-Nilai Kedamaian Islam

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin secara resmi meletakkan batu pertama perluasan bangunan Masjid Agung Medan, Jumat (15/1). Diharapkan, keberadaan Masjid Agung bisa menyiarkan agama Islam dan juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lukman dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada prakarsa dan inisiatif pelebaran Masjid Agung yang telah berdiri sejak 47 tahun silam.

“Pesan saya, mudah-mudahan masjid ini tetap bisa menebarkan Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian, yang menebarkan keselamatan bagi sesama mahluk di dunia ini,” ujarnya setelah sebelumnya menyerahkan sumbangan sebesar Rp 100 juta kepada panitia.

Menyikapi kondisi saat ini, dan juga masukan-masukan yang diterima Kemenag dari kalangan ormas, tokoh agama dan tokoh masyarakat, Lukman menghimbau  agar tempat-tempat-tempat ibadah lebih selektif menerima penceramah atau khatib.

“Sekarang mulai terasa betapa longgarnya kita khususnya rumah-rumah ibadah kita dimasuki orang-orang yang kita tidak tahu latar belakangnya, dari mana paham ajaran agamanya, begitu leluasa menyampaikan ceramah-ceramah yang bertolak belakang dengan esensi ajaran Islam itu sendiri,” katanya.

Karenanya, Lukman berharap pihak Masjid Agung Medan bisa melakukan seleksi, siapa nanti yang akan menjadi khatib maupun penceramah saat ibadah. Dakwah yang disampaikan harus mencerahkan, tidak semata menerangkan. Dakwah yang tidak hanya membenarkan mendapatnya, yang tidak menyalah-nyalahkan orang lain, bahkan tidak cenderung mengkafir-kafirkan orang lain dan menjelek-jelekkan.

Menanggapi kondisi kekinian, Menteri Lukman juga mengharapkan seluruh elemen lebih arif dan bijaksana.

“Fenomena yang ada sekarang, seperti halnya ada lafas-lafas tidak pada tempatnya, ada sampul Al-Qur’an jadi trompet, saya harap kita arif dan bijaksana untuk menanggapinya. Boleh jadi ada pihak-pihak yang sengaja tidak hanya membenturkan antar umat Islam, namun juga membuat umat Islam emosi sehingga tidak punya waktu lagi memikirkan hal-hal yang lebih penting,” ujarnya.

Ke depan Menteri Lukman berharap Masjid Agung menjadi representasi Islam yang penuh kasih sayang, karena hakekat Islam adalah agama yang menebarkan keselamatan bagi sesamanya.

Terharu

Menteri Lukman mengaku sangat terharu menyaksikan spontanitas warga Sumut dalam mendukung pembangunan rumah ibadah.

“Saya terharu menyaksikan spontanitas warga Medan, warga Sumut umumnya, ketika dengan penuh ketulusan dan keikhlasan memberikan infaqnya agar cita-cita kita bersama bisa terwujud,” ujarnya.

Mewakili pemerintah, Lukman menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi prakarsa dan inisiatif pembangunan tersebut. Karena, lanjutnya, barangsiapa yang ikut berkontribusi membantu membangun masjid dengan keikhlasan, Allah akan membangunkan baginya bangunan megah di surga.

Wakil Ketua Panitia Pembangunan Musa Idhishah dalam laporannya menyampaikan, Masjid Agung yang saat ini berdiri di atas lahan 10 ribu meter persegi, luas bangunan 1.000 meter persegi, daya tampung 1.200 jamaah di dalam gedung dan 500 jemaah di halaman gedung. Daya tampung parkir sekitar 125 mobil, dan 500 sepedamotor. Serta tambahan bangunan kantor kenaziran, kantin, TPA, TKA, dan rumah penjaga.

Bangunan baru yang dirancang desainer dari Kota Medan itu akan memiliki luas 5000 m persegi, kapasitas 5.000 jemaah, kapasitas tambahan halaman 2.000 orang yang kelaak tidak lagi digunakan untuk parkir.

“Masjid Agung yang lama tidak dibongkar dan terus dipertahankan, karena memiliki nilai sejarah jauh sebelum rencana ini ada. Akan ada di dalam bangunan baru. Masjid agung lama sebagai serbaguna, convention hall,” jelas Musa.

Musa menjelaskan, kelengkapan lainnya ditampatkan di lantai 2, yakni galeri kecil tentang sejarah Islam di Sumut, sejarah Masjid Agung, dan perpustakaan.

Kawasan ini juga akan dilengkapi gedung parkir dibagian belakang masjid, dengan 6 lantai dan struktur 12 tingkat, dengan kapasitas 400 mobil dan 1000 sepedamotor. Juga akan didirikan menara dengan tinggi sekitar 199 meter.

Pembangunan diperkirakan menelan dana sebesar Rp 400,252 miliar dengan lama pembangunan 25 bulan.

Sopir dan Abang Becak Ikut Menyumbang

Pengumpulan dana pada cara berhasil menghimpun lebih dari Rp 100 miliar, yang disumbangkan secara spontan oleh berbagai kalangan yang hadir, diantaranya sopir dan abang becak.

Sementara Pemerintah Provinsi Sumut melalui Sekda Provinsi Hasban Ritong mengatakan, pihaknya akan membahas anggaran yang akan dialokasikan untuk pembangunan Masjid Agung dalam pembahasan RAPBD dengan DPRD. (AFR)

Foto: Menteri Agama Lukmanul Hakim Saefuddin saat menyerahkan sumbangannya untuk pembangunan Masjid Agung Medan kepada Wakil Panitia Musa Idhishah. (bataktoday/afr)[youtube width=”100%” height=”300″ src=”5Puq6Eg9luY”][/youtube]

  • Bagikan