Kadis Tarukim Humbahas Abaikan Kebijakan Bupati

  • Bagikan

Humbang Hasundutan, BatakToday-

Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Rockfeller Simamora berlaku kasar kepada jurnalis  ketika dimintai waktu untuk konfirmasi. Rockfeller bukan hanya menolak melayani konfirmasi, namun juga menunjukkan sikap arogan serta kekanak-kanakan..

“Boleh saya minta waktu Bapak untuk konfirmasi? Pegawai di kantor Bapak yang berwenang mengelola informasi menolak memberikan keterangan, dan mengarahkan langsung kepada Bapak selaku pimpinan,” ujar BatakToday saat menghampiri sang Kepala Dinas di halaman kantornya, Selasa (12/1/2016).

Namun bukannya mendapat respon positif, Rockfeller justru menolak dengan nada membentak.

“Saya sedang sibuk!” jawabnya dengan suara keras dan wajah gusar.

Ketika ditanya kapan ada waktu, pejabat yang disebut-sebut punya profesi tambahan sebagai rentenir itu justru menunjukkan sikap arogan dan kekanak-kanakan.

”Kalau tidak mau kenapa! Bukan kau yang mengatur, saya yang mengatur,” jawabnya kasar sambil berlalu.

Menanggapi peristiwa itu, Penjabat Bupati Humbahas melalui Kabag Humas Setdakab, Osborn Siahaan, kepada BatakToday Kamis (14/1/2016) mengatakan, sangat menyesalkan sikap Rockefeller Simamora yang dinilai sudah menentang himbauan Bupati Humbahas secara lisan bahkan surat edaran.

“Bupati menyampaikan kepada seluruh SKPD Humbahas agar senantiasa menjalin komunikasi dengan baik kepada semua pihak, dan hal itu juga ditegaskan melaui surat edaran. Apalagi informasi-informasi yang menyangkut teknis, itu kan kapasitas mereka memberikan keterangan. Karena mereka yang tahu apa saja yang mereka dikerjakan. Jadi selayaknya jangan menganggap teman-teman media selalu mempertanyakan hal-hal negatif. Kita sangat menyesalkan sikap Kadis Tarukim itu, karena kita selaku aparatur sipil negara adalah pelayan masyarakat,” tandasnya.

Ketua Komite Wartawan Republik Indonesia (KWRI) Kabupaten Humbahas, Gamael Efendi Simbolon, yang dimintai tanggapannya mengatakan, oknum Kadis Tarukim telah melanggar UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Menurut Gamael, Rockfeller bisa dijerat dengan pasal 18 ayat 1 dengan pidana paling lama 2 tahun penjara atau denda 500 juta, jika berupaya menghambat wartawan dalam menggali informasi. Disamping itu, lanjut Gamael, Rockfeller juga telah melanggar UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Tidak ada alasan bagi pejabat publik menutup-nutupi informasi dari mata publik, sebab publik berhak mengetahui apa-apa saja yang telah dikerjakan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Yang bersangkutan bisa dipidanakan,” tegas Gamael. (FT)

Foto: Kadis Tarukim Humbahas, Rockefeller Simamora. (bataktoday/ft)

  • Bagikan