Kantor Dinas Tarukim Humbahas Kumuh dan Bau

  • Bagikan

Doloksanggul, BatakToday

Meski setiap tahun alokasi biaya pemeliharaan gedung ditampung dalam APBD, Kantor Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) di komplek perkantoran Tano Tubu, Doloksanggul tampak tak terawat. Satuan kerja yang diserahi tugas dan wewenang menata ruang dan permukiman se-Kabupaten Humbahas ini, ternyata menata ruangnya sendiri tidak mampu. Diantara seluruh kantor SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Humbahas, lingkungan kantor Dinas tarukim justru terkenal paling jorok, tidak tertata, bahkan aroma tak sedap kamar mandi yang jarang dibersihkan terasa menyengat sampai ke pekarangan kantor.

Amatan BatakToday, di beberapa ruangan tertumpuk dokumen proyek, mobiler yang rusak, tumpukan kardus, material aspal, dan peralatan komputer yang rusak. Sementara di pekarangan kantor sampah menumpuk di bebera tempat. Suasana amburadul itu semakin sempurna oleh aroma tak sedap dari kamar mandi.

Andi Siregar (30), warga Doloksanggul yang kerap berurusan dengan Dinas Tarukim, kepada BatakToday menyesalkan rendahnya kesadaran pegawai Distarukim akan pentingnya kebersihan dan penataan lingkungan kantor.

“Kondisi kantor Distarukim yang amburadul menggambarkan kinerja pegawai di lapangan. Kantor saja tidak terawat, bagaimana dengan urusan proyek. Pasti asal jadi dan amburadul,” ketus Andi, Senin (18/1/2016).

Kondisi itu, menurut Andi, terutama karena Kepala Dinas Tarukim Rockfeller Simamora tak pernah memperhatikan kondisi lingkungan kantor yang dipimpinnya, dan biaya perawatan dan kebersihan kantor  diduga ditelan bulat-bulat oleh sang kadis.

“Dari beberapa  kantor SKPD Pemkab Humbahas yang saya kunjungi, hanya kantor Distarukim yang kumuh tidak terawat. Beberapa ruangan terlihat seperti gudang tumpukan dokumen dan barang-barang rusak. Tidak hanya itu, kondisi kamar mandi juga tanpa pintu, mengeluarkan bau tidak enak dan lantai keramik pecah,” terang Andi.

Senada juga disampaikan Fendi Simbolon, usai keluar dari kantor Distarukim Humbahas. Katanya, masalah kebersihan hendaknya jangan disepelekan kadis dan segenap pegawai Distarukim Humbahas.

“Ini memang masalah sepele, tapi dari masalah kebersihan kita bisa menggambarkan karakter dan moral pegawai Distarukim,” kata Fendi.

Fendi menengarai, hal itu disebabkan kurangnya perhatian kadis.

“Mungkin kadis hanya datang ke ruangannya tanpa melihat kondisi masing-masing ruangan bidang pada dinas yang mengurusi proyek fisik dan administrasi IMB itu,” celutuknya.

Konfirmasi kepada Kadis Tarukim tidak dapat dilakukan, karena yang bersangkutan tidak berada di tempat. Sementara, Sekretaris Distarukim, Hotlan Simanullang saat ditanyai wartawan, menolak memberi jawaban.

“Sesuai dengan kewenangan, sekretaris dinas seyogianya adalah pejabat pengelola informasi daerah (PPID) di tingkat SKPD, namun saya tidak diberi kewenangan oleh kadis untuk menjawab rekan wartawan. Silakan bapak-bapak konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan,” kata Hotlan.

Ditanya soal realisasi belanja pemeliharaan rutin pada dinas tersebut, lagi-lagi Hotlan memilih diam.

“Tanya saja langsung sama kadis kami. Dia Lebih tahu anggaran itu kemana,“ pungkasnya. (FT).

FOTO : Pemandangan di salah satu ruangan kantor Dinas Tarukim Humbahas tampak amburadul, Senin (18/1/2016)(bataktoday/ft).

  • Bagikan