Pendapatan Meleset, Pemkab Simalungun Korbankan Guru Honorer

  • Bagikan

Pematang Raya, BatakToday-

Tidak digaji selama tiga bulan oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun, puluhan guru honorer mengadu ke DPRD Kabupaten Simalungun, Senin (18/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

Perwakilan guru honorer  se Kabupaten Simalungun itu diterima oleh Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba didampingi wakil ketua DPRD Simalungun Rospita Sitorus dan TImbul Jaya Sibarani.

Salah satu perwakilan guru honorer menyampaikan tuntutan mengenai tunggakan gaji selama tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2015, serta perpanjangan surat keputusan perpanjangan tugas mereka untuk tahun 2016 yang belum jelas.

Menanggapi tuntutan itu, Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba berjanji akan memanggil kepala Dinas Pendidikan Simalungun dan akan menyampaikan langsung keluhan guru honorer di kabupaten Simalungun.

Usai pertemuan, Jhon Sipayung, salah satu delegasi guru honorer kepada BatakToday menjelaskan, kehadiran mereka di kantor DPRD sebagai perwakilan guru honorer dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Simalungun.

“Tadi pimpinan DPRD Simalungun berjanji akan tetap mendampingi kami sebagai guru honorer. Jadi mereka akan memanggil kepala Dinas Pendidikan, dan akan menanyakan langsung bagaimana kelanjutan penggajian serta perpanjangan surat keputusan kami sebagai guru honorer di Kabupaten Simalungun,” terang Sipayung.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Parsaulian Sinaga ketika dikonfirmasi usai rapat paripurna pengesahan APBD 2016 di halaman kantor DPRD Simalungun membenarkan gaji guru honorer di Kabupaten Simalungun selama tiga bulan belum dibayar.

Pasarulian menjelaskan, pada tahun 2015 sebenarnya honor guru dianggarkan untuk dua belas bulan. Namun karena kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan, pembayaran honor untuk tiga bulan tersebut tidak dapat direalisasikan.

“Dan hari ini pada paripurna pengesahan APBD 2016 sudah disetujui DPRD untuk dibayarkan pada tahun 2016,” ujar Parsaulian.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Saut Fao Sinaga mengatakan, kemelesetan capaian realisasi pendapatan daerah Kabupaten Simalungun sudah diprediksi sejak pembahasan rancangan PAPBD 2015 oleh Fraksi Gerindra beberapa waktu yang lalu.

“Penetapan target pendapatan mengada-ada, makanya Fraksi Gerindra waktu itu menolak menyetujui Raperda PAPBD 2015 disahkan menjadi perda. Dan akhirnya apa yang kami kuatirkan itu terbukti,” ujar Sinaga ketika dikonfirmasi melalui selularnya, Selasa (19/1/2016) siang.

Politisi Partai Gerindra ini menyesalkan keputusan Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk menunda pembayaran honor guru tersebut.

“Penundaan pembayaran gaji guru honorer yang tidak seberapa itu sangat tidak bijaksana dan tidak manusiawi. Masih banyak jenis belanja lain yang bisa ditunda pembayarannya,” ujarnya dengan nada kesal. (EM)

Foto: Pertemuan antara delegasi guru honorer se Kabupaten Simalungun dengan pimpinan DPRD, Senin (19/1/2016). (bataktoday/em)

https://soundcloud.com/bataktoday-news/penjelasan-kadis-pendidikan-simalungun-atas-penundaan-pembayaran-gaji-guru-honorer

  • Bagikan