PNS Pelaku Penipuan Pengurusan CPNS Ditahan di Rutan Balige

  • Bagikan

Toba Samosir, BatakToday-

RS, oknum guru SMP Negeri 1 Siraituruk, yang diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap Sri Damayanti Barimbing, guru honor di SMA Negeri Parmaksian, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Balige yang kemudian dititipkan di rumah tahanan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Senin (18/1) sore.

Menurut Kasat Reskrim Polres Toba Samosir, AKP Manson Nainggolan, tersangka RS terbukti melakukan tindak pidana penipuan yang diatur pada Pasal 372 dan Pasal 374 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun dan paling lama lima tahun penjara.

Penipuan ini berdalih pengurusan kelulusan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Tahun 2014 lalu di Kabupaten Toba Samosir.

“Korban, Sri Darmayanti Barimbing yang bekerja sebagai guru honorer di SMA Parmaksian ternyata tidak lulus seleksi, sementara uang pengurusan sebesar Rp 190 juta hingga kini ini  belum juga dikembalikan oleh RS,” kata Manson.

Pelaku RS juga sempat  menyebutkan nama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Samosir, Lalo Simanjuntak sebagai orang yang mengurus pelulusan dan orang yang menerima uangnya, namun setelah kasus ini tercium oleh para awak media, tak lama kemudian surat pernyataan RS muncul dengan isi surat bahwa Lalo Simanjuntak tak pernah dilibatkan oleh RS.

Manson pernah membenarkan pengakuan RS, dimana RS sempat berbelit-belit dan menyebutkan beberapa nama pejabat di Toba Samosir yang menerima uang sebesar Rp 190 juta tersebut.

“Namun setelah kami tindak lanjuti kebenaran dari pengakuan RS, semuanya hanya pengalihan dan dalih. Kami menduga uang tersebut benar diterimanya dan uang tersebut tidak diberikan kepada siapa pun, melainkan dipegang RS,” ujar Manson.

Manson menuturkan, pihaknya sempat memberikan tenggang waktu untuk berdamai dan agar pelaku penipuan RS bersedia mengembalikan uang sebesar Rp 190 juta kepada korban.

Namun ditunggu beberapa bulan, niat baik pelaku tidak pernah ada, hingga akhirnya Polres Toba Samosir melakukan proses hukum yang berlaku sesuai dengan KUHP.

“Kita berharap kasus seperti ini tidak lagi terjadi di tengah-tengah masyarakat, apalagi di kalangan PNS,” pungkasnya. (JS)

Foto: Rumah Tahanan Negara Balige.

  • Bagikan