Tercatat Milik Pemko Siantar, Rumah Pribadi Berdiri di Atas Lahan Ex Pasar Pagi

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday

Bangunan rumah permanen berdiri di atas lahan ex Pasar Pagi di Jalan Haji Ulakma Sinaga, Kelurahan Asuhan Pematang Siantar, yang diketahui tercatat sebagai aset Pemerintah Kota Pematang Siantar.

Menurut Silalahi, seorang warga sekitar lokasi ex Pasar Pagi, hingga tahun 1980 kegiatan jual beli masih berlangsung di tempat ini.

Namun, terangnya, pedagang kemudian pindah ke Pasar Parluasan, dan lahan itu praktis kosong hingga tahun 2014.

“Tapi entah kenapa tahun 2015 mereka bisa mengklaim lahan itu tanah mereka,katanya sudah mereka beli dari marga Nainggolan. Lalu mereka dirikan bangunan itu,” terang Silalahi kepada BatakToday, Senin (18/1/2016) di sekitar lokasi.

Silalahi mengaku,sebelumnya ia juga sempat ditawari untuk membeli lahan itu, tapi almarhum orangtuanya melarangnya.

“Nggak usahlah kau beli tanah itu, panjang urusannya nanti dengan pemerintah. Cemananya pajak (pasar, red) mau kau beli,”ujar Silalahi menirukan ucapan almarhum orangtuanya.

Sementara itu,boru Siahaan, seorang ibu penjual goreng di sekitar lokasi membenarkan, lahan itu dulunya adalah lokasi Pasar Pagi.

“Tahun 1968 lah berdiri Pasar Pagi, dan dulu aku sempat berjualan disini. Tapi karena udah buka PajakParlu (Pasar Parluasan, red) dan motor (angkutan umum) sudah banyak, jadi kesanalah mereka pindah jualan, dan kosonglah tanah ini,” ujarnya.

Boru Siahaanmenjelaskan, pemilik bangunan rumah di atas ex lahan Pasar Pagi itu bermarga Sidauruk, kepala di salah satu sekolah negeri di Balata Kabupaten Simalungun.

Kepala Bidang Aset Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Pematang Siantar, Subrata Lumbantobing menjelaskan, bulan Desember tahun lalu ia telah memeriksa lokasi ex Pasar Pagi dan ternyata ada bangunan diatasnya.

Menurut Subrata, ia telah melakukan konfirmasi kepada pemilik bangunan, dan ternyata yang bersangkutan menunjukkan sertifikat hak milik atas tanah tersebut.

“Setau saya juga itu adalah aset Pemko. Cuma, kita juga kan harus hati-hati. Dia sudah punya sertifikat. Kalau saya tidak khilaf, terbitnya tahun 2015,” ujar Subrata kepada BatakToday di ruang kerjanya, Senin (18/1/2016).

Lebih lanjut Subrata menjelaskan, lokasi itu sebelumnya di bawah pengelolaan Dinas Pasar (sekarang PD Pasar Horas Jaya, red). Untuk itu dalam waktu dekat ia berencana mengundang pihak PD Pasar Horas Jaya maupun mantan-mantan pegawai Dinas Pasar untuk mengklarifikasi keberadaan lahan tersebut.

“Jadi sampai sekarang saya masih mengumpulkan bukti-bukti bahwa itu adalah aset Pemko,” terangnya.

Meskipun tercatat sebagai aset Pemko Pematang Siantar, menurut Subrata, pihaknya hingga saat ini tidak memiliki dokumen kepemilikan atas lahan ex Pasar Pagi tersebut.

Dalam upaya penyelamatan aset Pemko Pematang Siantar, menurut Subrata, ia telah membentuk Tim Penelusuran Barang Milik Daerah pada Desember 2015 lalu, yang akan bekerja mengidentifikasi aset-aset Pemko, terutama yang dokumen kepemilikannya belum ada, namun telah tercatat sebagai aset Pemerintah Kota Pematang Siantar.

Subrata juga memastikan, hingga saat ini belum pernah ada penjualan aset Pemko Siantar dalam bentuk tanah dan bangunan.

“kalau pemindah tanganan aset dalam bentuk tanah dan bangunan harus ada persetujuan DPRD dan harus terbit SK Walikotanya. Jadi yang selama ini kita jual adalah barang-barang, dan itu diumumkan di koran,“ jelas Subratamengakhiri pembicaraan. (AT)

Foto: Rumah pribadi yang berdiri  di atas lahan ex Pasar Pagi Jalan haji Ulakma Sinaga, Kelurahan Asuhan Pematang Siantar. Foto diambil Senin (18/1/2016). (bataktoday/at)

https://soundcloud.com/bataktoday-news/keterangan-kabid-aset-dppkad-siantar-soal-lahan-ex-pasar-pagi-ma-sinaga

  • Bagikan