Erry Optimis, Sumut Capai Akses Universal Air Minum & Sanitasi 2019

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Program Indonesian Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH) USAID menurut Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, dirancang untuk meningkatkan layanan akses air minum dan sanitasi, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang berada di perkotaan maupun di daerah-daerah. Program ini telah memberikan bantuan teknis di 9 kabupaten kota yang ada di Sumatera Utara sejak Maret 2011.

“Program ini diharapkan tidak berhenti seiring berakhirnya program IUWASH, tetapi tetap akan dilanjutkan dan dikembangkan untuk masa-masa yang akan datang, baik di 9 kabupaten kota maupun di kabupaten kota lainnya di Sumatera Utara yang masih memiliki permasalahan terhadap akses air minum dan sanitasi,” ujar Erry pada Lokakarya Program USAID IUWASH Regional Sumatera Utara yang dikemas dalam Konperensi Keberlanjutan Upaya Peningkatan Akses Air Minum Sanitasi dan Perilaku Higienis Menuju Pencapaian Universal Akses di Sumatera Utara, Selasa (19/01) di Hotel Grand Angkasa Medan.

Hadir pada Kesempatan itu, Konsul Jenderal (konjen) AS di Medan Y Robert Ewing, Direktur Perumahan dan Pemukiman Bappenas Eko Wiji Purwanto, Wakil Direktur Kantor Lingkungan Hidup USAID Heather D’ Agnes, Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi mewakili 9 bupati/walikota, para direktur PDAM 9 kabupaten kota, kepala BLH Provsu dan kabupaten Kota se-Sumut, para anggota dan pengurus IUWASH USAID.

Selain itu, menurut Plt Gubsu, Program USAID IUWASH juga membantu meningkatkan kapasitas lembaga yang memberikan pelayanan air dan sanitasi seperti perusahaan daerah air minum (PDAM) maupun UPTD-UPTD pada dinas-dinas terkait lainnya yang memberikan pelayanan sanitasi. Program tersebut juga membantu penguatan lembaga dengan memberi dukungan dalam penatakelolaan (governance), juga pendanaan yang mendukung perluasan akses sanitasi dan air.

Pemprov Sumut, lanjutnya, melalui satker pengembangan air minum Sumut membangun beberapa fasilitas air minum di beberapa kabupaten/kota, antara lain pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) di 3 lokasi, yakni Kabupaten Labuhan Batu, Kota Tebing Tinggi, dan Tanjung Balai. Pemprov juga melakukan pengembangan sistem penyediaan air minum regional Mebidang (Medan, Binjai dan Deli Serdang) dengan kapasitas 2.100 liter per detik.

“Ini merupakan program kawasan strategis nasional, salah satunya program PAM, transportasi dan persampahan,” sebutnya.

Untuk sektor sanitasi, dikatakannya, saat ini Pemprovsu juga telah melakukan sistem sanitasi terpusat dan pribadi.  Berkat dukungan dan komitmen yang kuat dan kerjasama pemerintah pusat dan kota Medan dan Tebing Tinggi pada lima tahun terakhir, pengembangan sistem sanitasi terpusat maupun pribadi dapat berjalan di Sumatera Utara.

Pada kesempatan itu Erry juga mengapresiasi program USAID IUWASH yang telah memberi pelajaran yang berguna khususnya dalam melihat persoalan peningkatan pelayanan akses air minum dan sanitasi secara komprefensif di Sumatera Utara, baik secara teknis, kelembagaan, maupun regulasinya.

“Pemprovsu mengucapkan terimakasih kepada USAID IUWASH atas dukungan dan pencapaian-pencapaian selama 5 tahun kerjasama. Pemprovsu akan berupaya untuk melanjutkan program-program kedepan untuk mendukung pemerintah Indonesia mencapai target akses universal untuk air minum dan sanitasi. Mudah-mudahan akhir 2019 ini akan tercapai,” sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Konjen AS di Medan Y Robert E Wing. Menurutnya persoalan air minum dan sanitasi merupakan hal yang terpenting terutama di perkotaan. Oleh karenanya, pemerintah Amerika Serikat sangat mendukung dan akan terus bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar program USAID IUWASH ini dapat berjalan dengan baik.

“Bila air minum dan sanitasi dapat berjalan dengan baik, tentunya juga dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi, khususnya di Sumatera Utara,” sebutnya.

Sementara Eko Wiji Purwanto dari Direktorat Perumahan dan Permukiman Direktur Perumahan Permukiman Bappenas mengharapkan agar program-program yang telah dilakukan oleh USAID IUSWASH dapat terus berkelanjutan.

“Bila kita ingin mencapai akses universal 100 persen di tahun 2019, maka apa yang sudah dibangun tidak boleh diabaikan,” sebutnya. (AFR)

Foto: Pelaksana Tugas Gubernur Tengku Erry Nuradi menutup Lokakarya Program USAID IUWASH Regional Sumatera Utara, Selasa (19/01) di Hotel Grand Angkasa Medan. (bataktoday/afr)

  • Bagikan