Ikuti Uji Kompetensi, Pejabat Pemprov Sumut Bisa Turun Eselon

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Sejumlah pejabat mengikuti seleksi pengangkatan jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut). Untuk tahap pertama, sebanyak 37 pejabat eselon II mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan di Binagraha, Selasa (19/1), dan sisanya akan digelar Sabtu (23/1/2016) mendatang.

Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan, uji kompetensi ini bagian dari upaya untuk menempatkan pejabat yang tepat dalam mewujudkan good governance, juga amanat UU nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Di lingkungan Pemprovsu terdapat 58 jabatan eselon II yang terdiri dari jabatan asisten (4), staf ahli (5), sekretariat daerah dan sekretariat dewan (12), lembaga teknis (17) dan dinas (20).

“Ini upaya mewujudkan the right man on the right place atau the right job. Maka ini akan dimulai dengan beberapa tahapan. Yang pertama, khusus bagi pejabat incumbent dilakukan uji kompetensi,” kata Erry.

Erry menekankan, dalam ASN tidak dikenal istilah non job, tapi ada istilah degradasi. Bisa saja eselon II diturunkan menjadi eselon III.

“Kalau tidak terima, bukan salah kita. Kalau dianggap tidak pas dengan posisinya, maka akan ditawarkan pada posiisi setingkat di bawah itu,” tegas Erry.

Dalam proses uji kompetensi akan dilihat juga hasil evaluasi selama dua tahun terakhir dari track record pejabat yang bersangkutan.

“Apakah dari pakta integritas, capaian kinerja, disiplin dan masalah lain, misalnya persoalan hukum,” ujarnya.

Setelah proses uji kompetensi bagi para pejabat yang saat ini menjabat selesai, baru bisa diketahui berapa posisi jabatan yang akan dilelang.

Dari 58 jabatan eselon II, menurut Plt Gubsu ada delapan jabatan yang sudah pasti proses seleksinya akan dibuka karena kekosongan jabatan.

Dalam seleksi jabatan nantinya akan dilaksanakan beberapa tahapan, diantaranya pendaftaran, seleksi administrasi, tes, wawancara, dan assessment kementerian.

Pihaknya membuka peluang bagi ASN yang memenuhi syarat, baik di lingkungan Pemprovsu maupun dari luar Pemrovsu. Bagi pejabat di luar Pemprovsu, kata Plt Gubsu, syaratnya harus terlebih dahulu pindah tugas ke Pemprovsu.

“Seleksi ini bukan coba-coba. Kalau ingin mendarmabaktikan kerja kepada Pemprovsu, ya harus pindah dari daerah asalnya, dan menerima konsekuensi non job bila gagal,” katanya.

Erry berharap, seleksi dapat menghasilkan orang-orang yang mumpuni, baik dari sisi pengalaman, pendidikan dan kemampuan lainnya, untuk selanjutnya ditempatkan pada jabatan yang sesuai.

Anggota Panitia Seleksi Jabatan, Prof Irmawati sebagai ketua tim uji psikologi mengatakan, pihaknya menguji berbagai kompetensi, di antaranya kemampuan menangani masalah, mencari solusi, mengembangkan hal baru, keterbukaan untuk hal baru, kompetensi, kerjasama, dan kepemimpinan.

“Secara keilmuannya ada standar penilaian, dimana tahapannya ada tes tertulis, kerja kelompok, diskusi kelompok, dan wawancara, yang semuanya kami olah untuk mendapatkan kesimpulan terhadap kompetensi seseorang,” terang Irma. (AFR)

Foto: Plt Gubernur Tengku Erry Nuradi saat meninjau proses uji kompetensi pejabat eselon di lingkungan Pemprov Sumut. (bataktoday/afr).

  • Bagikan