Terganggu Cuaca, ‪2 Pesawat Tujuan Kualanamu Mendarat di Bandara Lain

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Dikabarkan akibat embun saat pagi, Rabu (20/1), sempat mengganggu penerbangan di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumut. Akibatnya, satu pesawat sempat batal take off dan 2 pesawat terpaksa mendarat di bandara lain.

‪”Itu bukan kabut, tapi embun pagi yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB,” kata Plt Humas dan Protokoler Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto.

Menurutnya, cuaca buruk itu tidak begitu berpengaruh pada keberangkatan pesawat, namun lebih berpengaruh pada kedatangan. Terdapat 2 pesawat tujuan Bandara Kualanamu yang terpaksa mendarat di bandara lain. Pesawat dari Banda Aceh dan Jakarta terpaksa mendarat di Hang Nadim, Batam.

“Ada 2 pesawat yg divert, yaitu Lion Air JT 397 dari BTJ ke KNO divert ke Batam, dan Lion Air JT 210 dari JKT ke KNO divert ke Batam,” sambung Wisnu.

Namun, ada pula satu pesawat yang batal take off dari Bandara Kualanamu karena cuaca buruk ini. Pesawat Wing Air dengan IW 1264 (ATR 72/ PKWGI) tujuan Gunung Sitoli terpaksa batal tinggal landas karena jarak pandang yang hanya 350 meter, sehingga harus kembali ke apron.

‪”Pada pukul 08.30 WIB, semua sudah normal,” jelas Wisnu.

Tujuh Porter Diboyong ke Kantor Polisi

‪Tujuh porter Lion Air di Bandara Kualanamu kembali dibawa ke Polres Deli Serdang. Mereka diperiksa setelah ada penumpang yang kehilangan perhiasan.

“Mereka diamankan Avsec pada hari Selasa, 19 Januari 2016, sekitar pukul 20.00 WIB,” kata Wisnu.

Porter Lion Air diamankan karena berdasarkan pengamatan dari CCTV, diduga sebagai kelompok yang melakukan pencurian bagasi.

“Kemarin malam langsung diserahkan ke Polres Deli Serdang untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan,” jelas Wisnu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Deli Serdang AKP Martuasah Tobing mengatakan, ketujuhnya masih dimintai keterangan.

“Mereka masih kita mintai keterangan, masih saksi, jadi dalam kasus ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” katanya saat dihubungi.

Tobing menjelaskan, ketujuhnya dimintai keterangan karena adanya penumpang Lion Air yang melaporkan kehilangan perhiasan dari bagasi. Kebetulan para porter ini yang tengah piket saat itu.

Polisi terus mendalami kasus hilangnya perhiasan itu. Mereka telah memeriksa rekaman CCTV yang mengawasi pengurusan bagasi.

Tobing menambahkan, ketujuh porter ini berbeda dengan porter Lion Air yang juga pernah diamankan terkait pencurian pada Oktober lalu.

“Yang itu sudah dipecat semua,” jelas Tobing. (AFR

Foto: Ilustrasi.

  • Bagikan