Gadis Kecil Kelas 3 SD Dianiaya Ibu Angkat

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Sungguh malang nasib Putri boru Sinaga (9). Hanya hitungan bulan setelah lahir, Putri diserahkan ibu kandungnya untuk diasuh orang lain, dan terakhir oleh ibu angkatnya, Nehemia boru Situmorang.

Sejak itu pula Putri diperkirakan terus mendapatkan siksaan dari ibu angkatnya, warga Jalan Parapat, Kelurahan Tong Marimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, persis di dekat kantor cabang PDAM Tirtauli itu.

Diduga akibat pukulan yang dilakukan ibu angkatnya, gadis kecil yang baru duduk di bangku kelas 3 SD ini mengalami luka bengkak dan membiru di bagian kelopak mata sebelah kanan dan bibir.

H Sinaga, seorang pegawai PDAM Tirtauli Pematang Siantar menuturkan kekerasan yang dialami Putri, saat dia mendampingi bocah ini mengadu ke Polresta Pematang Siantar, Selasa (19/1/2016).

Sinaga menjelaskan, Selasa pagi dia melihat Putri tidak berangkat sekolah seperti anak-anak lain seusianya. Terlihat Putri dengan pakaian lusuh sedang sibuk mencari rambutan yang gugur ke tanah di dekat tempat Sinaga bekerja.

“Kulihat dia mencari buah rambutan yang jatuh dari pohon. Pakaian lusuh, lemas, kulihat seperti dia belum makan. Kudatangilah si Putri, kutawari makan,” kata Sinaga.

Sinaga pun kaget setelah melihat wajah Putri dengan kondisi lebam-lebam di bagian mata dan bibirnya.

Penasaran apa yang telah terjadi kepada Putri, Sinaga pun menanyakan apa yang telah terjadi kepadanya.

“Kutanya kenapa matamu bengkak, dia bilang dipukuli orang tua angkatnya,” terang Sinaga.

Rasa kasihan dalam hati Sinaga makin bertambah.

“Kutanya pelan-pelan supaya dia jangan takut, dia bilang dipukul gara-gara gordijn rusak,” terang Sinaga.

Merasa kasihan, Sinaga langsung membawa bocah malang itu ke Polsek Siantar Marihat untuk konsultasi.

Karena di Polsek belum ada unit PPA, petugas menyarankan Sinaga untuk membawa Putri melapor ke Polresta Pematang Siantar.

Bersama anggota Polsek Siantar Marihat, Bripka B Napitupulu, Sinaga kemudian membawa Putri ke Polresta Pematang Siantar.

“Udah sering kudengar anak itu dipukuli ibu tirinya. Kejadian itu pun sudah menjadi pergunjingan tetangga atas kelakuan boru Situmorang kepada anak angkatnya. Sebenarnya aku enggan mencampuri urusan keluarga itu. Tapi tadi Sinaga mendatangi aku konsultasi. Kubilang kalau mau melapor silakan aja ke Polres karena Polsek Siantar Marihat tak ada unit PPA,” terang Bripka Napitupulu.

Sejauh ini, tak jelas keberadaan orang tua Putri. Dia sudah dua kali diasuh oleh orang yang berbeda.

Sejak lahir dalam hitungan bulan, Putri diserahkan ibunya kepada tantenya boru Manik yang buka bengkel di Jalan Parapat, Simpang Dua, Pematang Siantar.

Setelah boru Manik meninggal dunia, Putri lalu diasuh oleh Nehemia boru Situmorang yang diketahui bekerja sebagai guru SD Cinta Rakyat 2.

“Orang tuanya masih ada, tapi nggak tahu dimana keberadaan sekarang. Informasi dari tetangganya, dulu ketika Putri masih bayi diserahkan orang tua kandungnya kepada tantenya boru Manik. Sepeninggal boru Manik, dia diasuh sama boru Situmorang,” beber Sinaga.

Saat ditanyai, Putri mengaku sering mendapatkan siksaan dari Nehemia. Putri mengaku ditinju boru Situmorang pada Sabtu (16/1/2016) lalu.

“Di tinju mukaku gara-gara horden (gordijn, red) pintu tak sengaja kurusakkan,” terangnya.

Putri juga mengaku pernah dikurung di dalam kamar satu harian gara-gara bermain.

“Aku pernah dikurung di rumah gara-gara main-main sama teman-teman,” ujar Putri.

Kasubbag Humas Polresta Pematang Siantar AKP Isril Noer mengatakan, pihaknya masih berupaya melakukan mediasi.

“Kita masih berupaya melakukan mediasi dulu, mengingat orang tua Putri masih ada. Untuk melapor kapan saja bisa dan didampingi orang tua kandung,” ucap Isril. (AB)

Foto: Putri dengan kondisi mata bengkak di ruangan SPKT Polresta Pematang Siantar, Selasa (19/1/2016).

  • Bagikan