Medan Adopsi Konsep Sustainable Tourism Development

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Pemerintah Kota Medan mengklaim akan fokus pada program pengembangan pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism  Development), setelah Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menetapkan kota ini sebagai salah satu dari 20 destinasi pariwisata unggulan di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan, Hasan Basri didampingi sekretaris Disbudpar Edlyanti, fasilitator Sustainable Tourism Development (STD) Kota Medan Edy Syahputra Sitepu, dan Local Partner STD, Dewi Comala Sari, di Balai Kota Medan, Kamis (21/1).

Hasan menjelaskan, konsep STD ini merupakan konsep yang diadopsi dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC) dan United Nation World Tourism Organization (UNWTO). Konsep ini sedang diterapkan di 20 destinasi wisata unggulan di Indonesia, termasuk Kota Medan oleh Kementerian Pariwisata.

Dalam mematangkan konsep STD ini, terang Hasan, mereka sudah melakukan pertemuan dan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata. Konsep ini sangat baik untuk dikembangkan di Kota Medan. Setidaknya terdapat 2 aplikasi STD yang sedang dipersiapkan secara nasional, yakni untuk destinasi pariwisata dan untuk hotel dan tour operator.

Menurut Hasan, proses akhir dari kedua aplikasi ini diharapkan bisa mendapatkan sertifikasi dari GSTC karena telah menjalankan STD.

“Ini baik sekali, kita harus mendukung. Implementasi STD ini tentu tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Disbudpar, kita sangat membutuhkan dukungan  dan kerjasama dari seluruh stakeholder pariwisata. Kita harus bangun industri pariwisata Kota Medan yang lebih baik,” kata Hasan.

Selanjutnya, ungkap pria yang saat ini masih menjabat Kepala Balitbang Kota Medan ini, jika ingin mengadopsi STD dalam mengelola pariwisata, Kota Medan harus menerapkan manajemen pengelolaan destinasi berkelanjutan, meningkatkan manfaat ekonomi bagi kawasan dan masyarakat, serta meminimalisir dampak negatif industri pariwisata.

Untuk mematangkan persiapan pelaksanaan STD, menurut Hasan, dalam waktu dekat pihaknya akan berkomunikasi dengan seluruh stakeholder industri pariwisata di Kota Medan. Dikatakannya, diperlukan wadah bersama untuk sharing dan meningkatkan komunikasi dengan stakeholder, misalnya dengan membentuk wadah seperti Forum Tata Kelola Pariwisata (FTKP) yang melibatkan seluruh stakeholder. (AFR)

Foto: Rumah Tjong A Fie, salah satu objek wisata menarik di Kota Medan.

  • Bagikan