Warga Tanjungbalai Kendalikan Bisnis Sabu Jaringan Internasional dari Rutan

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday-

Efendi Salam Ginting (42) tiga kali berhasil mengendalikan bisnis sabu-sabu jaringan internasional dari Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan.

Dalam menjalankan bisnis haramnya itu, warga Jalan Nusa Indah, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, ini terlebih dahulu  mempersiapkan sebuah boat atau  kapal motor.

Dia kemudian menugaskan tiga orang suruhannya, masing-masing M Adnan alias Syahdan (28), Chandra Dewa (28), dan Abdul Azis Manurung (39), untuk membawa sabu-sabu sebanyak 10 kilogram dan 147 butir pil esktasi  dari Malaysia ke Indonesia.

Hal itu terungkap dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai, Rabu (20/1/2016).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari dua orang petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, masing – masing Edi Suranta Tarigan dan Haris Hermawan  itu dipimpin ketu majelis hakim Dahlan dengan dua hakim anggota, yakni Forci Nilva Dharma dan Sugeng Harsoyo.

Dalam persidangan, petugas BNN Pusat Haris Hermawan dalam kesaksiannya mengatakan, penangkapan terhadap terdakwa Efendi Salam Ginting berawal dari hasil pengembangan dari penangkapan Aipda Mustajab bin Muktar (48).

“Terdakwa (Efendi Salam Ginting) ini ditangkap berdasarkan hasil pengembangan. Sabu sebanyak 10 kilogram beserta ratusan butir pil esktasi semula kami dapat dari Mustajab yang terlebih dahulu kami tangkap bersama dua orang temannya, masing-masing bernama Reja Maulana Ripaldi alias Reja  dan M Adnan alias Syahdan,” terangnya.

Dikatakan Hermawan, sebelum terdakwa Efendi Salam Ginting ditangkap, dia berstatus sebagai penghuni Rutan Tanjung Gusta Medan.

“Kapal yang dibawa Syahdan untuk membawa sabu dari Malaysia itu merupakan milik terdakwa Ginting. Jadi sewaktu dia (Ginting) berada  di dalam Rutan Tanjung Gusta,  dia yang mempersiapkan kapal berikut dua orang  anak buah kapal (ABK) masing-masing  Chandra Dewa dan Abdul Azis Manurung. Sedangkan transaksi pembayaran sabu dari orang  Malaysia itu menggunakan transfer uang. Terdakwa ini dalam bertransaksi menggunakan rekening BNI,” urainya.

Hasil pemeriksaan, lanjut Hermawan, terdakwa selama berada di dalam Rutan Tanjung Gusta Medan telah berhasil sebanyak tiga kali mengendalikan bisnis sabu-sabu jaringan internasioanal.

“Status Mustajab dalam perkara  ini bertindak sebagai pengurus dari barang narkotika itu. Bila mereka sampai dari Malaysia ke Tanjungbalai,  dia (Mustajab) inilah yang mengurusi  barang itu,” tegasnya.

Pegawai Bank Negara Inonesia (BNI) Erdi Syahputra di persidangan mengatakan, rekening terdakwa Efendi Salam Ginting dalam bertransaksi narkotika dengan warga negara Malaysia sudah diblokir.

“Begitu ditangkap, rekeningnya langsung diblokir oleh pihak BNN,” terangnya.

Sementara itu, ketiga terdakwa masing-masing Abdul Azis Manurung, Chandra Dewa dan Efendi Salam Ginting di persidangan, saat ditanya ketua majelis hakim Dahlan mengaku, tidak keberatan dengan keterangan yang disampaikan oleh personel BNN, Haris Hermawan. (eko

Foto:  Dua orang petugas BNN RI dan pegawai BNI  saat memberikan keterangan di ruang sidang Pengadilan Negeri Tanjungbalai, Rabu (20/1/2016). (bataktoday/eko) 

  • Bagikan