Walikota Tebing: Pembangunan Sanitasi & Permukiman Kumuh Harus Dilakukan Bersama

  • Bagikan

Tebing Tinggi, BatakToday-

Pembangunan sanitasi dan permukiman kumuh tidak mungkin dilakukan pemerintah sendiri, harus dilakukan bersama-sama dengan semua komponen masyarakat. Untuk percepatan dan keberlangsungannya, kalangan dunia usaha, BUMN, BUMD, dan perbankan diharapakn dapat mengalokasikan dana CSR-nya  pada kedua program tersebut..

Hal itu disampaikan Wali Kota Tebing Tinggi  Umar Zunaidi Hasibuan saat meresmikan Program Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) dan Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman di Perkotaan (P2KKP) Kelurahan Tanjung Marulak Hilir Kecamatan Rambutan, Kamis (22/1/2016).

Peresmian yang dihadiri Chief of Party IUWASH Louis O’Brien, Ny.Tri Geani Linggo Atmojo (Environment Office IUWASH), Madam Maria Pinto (Health Office/MCH), dan Mariya Radkovskaya (DRG Office) dari USAID.

Umar menjelaskan, untuk tahun 2016 Pemerintah Kota Tebing Tinggi telah mengajukan permohonan perbaikan 600 unit rumah tidak layak huni kepada Menteri PU Pera untuk melanjutkan program yang sudah dilaksanakan tahun 2015 yang telah terealisasi untuk 1000 unit rumah.

“Mari hentikan perbedaan yang tidak penting, satukan pandangan menuju Indonesia lebih makmur dan maju. Ingat, potensi yang ada sama kita tidak akan jadi apa-apa jika tidak dimanfaatkan secara baik, karena kita harus bangkit,bergerak, maju bersama-sama,” ujarnya.

Sebelumnya, Ny.Tri Geani Linggo Atmojo (Environment Office IUWASH) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan salut kepada Pemerintah Kota Tebing Tinggi yang sangat berperan aktif dalam membantu program-program USAID dan IUWASH di kota ini. Dukungan pelatihan beberapa keterampilan kepada warga masyarakat menurutnya sangat membantu berjalannya program kerjasama IUWASH dan USAID di Kota Tebing Tinggi.

Tim IUWASH dan USAID bersama Wali Kota Tebing Tinggi melakukan peninjauan ke beberapa lokasi pembangunan, diantaranya Septick Tank Individual. (bataktoday/iss)
Tim IUWASH dan USAID bersama Wali Kota Tebing Tinggi melakukan peninjauan ke beberapa lokasi pembangunan, diantaranya Septick Tank Individual. (bataktoday/iss)

Dalam laporannya, Kepala Bappeda Tebing Tinggi Gul Bakhri Siregar menjelaskan, Program Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) telah dilaksanakan dengan baik, mulai dari sosialisai, perencanaan, penguatan organisasi masyarakat, dan pelaksanaan.

Hasil dari program tersebut pada tahun 2015 berupa jalan paving block sepanjang 862,30 meter, saluran drainase 861,90 meter, dan lubang resapan biopori di sepanjang jalan paving block

Gul Bakhri juga mengungkapkan, Kota Tebing Tinggi kembali mendapatkan Dana BLM Kolaborasi Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman di Perkotaan (P2KKP) sebesar Rp 1 miliar

Pada kesempatan itu, tim IUWASH dan USAID melakukan peninjauan ke beberapa lokasi pembangunan yang sudah dilakukan, diantaranya Septick Tank Individual, taman bermain, dan jalan setapak di Kelurahan Tanjung Marulak Hilir.

Kunjungan dadakan juga dilakukan ke RSUD.Kumpulan Pane memenuhi permintaan Madam Maria Pinto (Health Office/MCH) dari USAID yang ingin bekerjasama di bidang kesehatan ditahun berikutnya.

Acara tersebut diwarnai dengan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba rumah bersahaja dan lomba kreativitas anak.

Lomba rumah bersahaja dimenangkan Keluarga Ridho (juara I), Sutikno (juara II0, dan Ny Ratna (juara III).

Sementara lomba kreativitas anak dimenangkan grup Un Pill Racing (juara I), The Base Camp (juara II), dan grup Mangggis pada urutan ketiga. (iss)

Foto :Chief of Party IUWASH Louis O’Brien, Ny.Trigeani Linggo Atmojo (Environment Office IUWASH), Madam Maria Pinto (Health Office/MCH) dan Mariya Rakhovskaya (DRG Office) dari USAID menerima Ulos dari Wali Kota Tebing Tinggi. (bataktoday/iss)

  • Bagikan