Lakukan Perlawanan Sengit, TNI AL Sergap Tiga Kapal Penyelundup

  • Bagikan

Medan, BatakToday-

Perairan Tanjungbalai Asahan masih menjadi pintu masuk para penyelundup barang ilegal dari dalam negeri maupun sebaliknya. Jumat (22/1) pagi, Prajurit TNI AL menyergap penyelundup di perairan dan seorang diduga penyelundup dikabarkan tewas, sementara seorang lagi mengalami luka berat.

Kepala Dinas Penerangan Lantamal I Mayor Laut Sahala Sinaga melalui pesan elektronik, Jumat sore menjelaskan kronologis kejadian dan peristiwa penyergapan tersebut.

Awalnya, pengawas meneropong tiga kapal yang bergerak masuk alur dengan lampu dimatikan pada pukul 05.30 WIB. Pukul 06.10 WIB, empat personel TNI AL dipimpin Lettu (P) Irawan, tanpa senjata meluncur ke arah ketiga kapal tersebut dengan menggunakan sekoci KAL BOA.

Sekoci kemudian mendekat pada jarak 10 meter dan akan merapat. Namun dari kapal tersebut ada sekira 60 orang mengeluarkan senjata tajam berupa parang, golok dan kayu serta melemparkan sejumlah benda ke arah sekoci.

Mendapat perlawanan, sekoci kemudian mundur dan kembali ke kapal. Setelah diperlengkapi dengan empat pucuk senjata api AK 47 terisi peluru, sekoci kembali meluncur menuju tiga kapal kayu yang kemungkinan membawa barang ilegal itu.

Masih menurut Sinaga, pada pukul 06.35 WIB, sekoci mendekat, namun orang-orang yang berada di tiga kapal kayu tersebut tetap melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam dan beberapa orang melempari sekoci dengan benda-benda tajam.

Prajurit TNI AL kemudian mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Perlawanan semakin sengit. Ketiga kapal melakukan manuver mengarah ke sekoci, dan salah satu mengarahkan haluan ke lambung sekoci untuk menabrak.

Pukul 06.45 WIB, posisi sekoci semakin terjepit oleh kapal kayu dengan jarak 10 meter. Bahkan beberapa lemparan mengenai sekoci.

Sekoci kemudian melakukan manuver menjauhi kapal kayu sambil mengikuti dari belakang sampai tiang pintu masuk alur, hingga akhirnya kembali ke KAL BOA yang posisi lego jangkar.

Pada manuver berikutnya, meskipun kembali mendapat perlawanan, akhirnya ketiga kapal kayu itu berhasil diamankan.

“Diperoleh informasi bahwa tiga kapal tersebut adalah kapal yang disiapkan pihak penyelundup untuk melangsir barang ilegal dari kapal induk yang diawaki oleh preman bayaran untuk melawan aparat yang berusaha menangkap,” papar Sinaga.

Pertarungan antara prajurit TNI AL dengan awak tiga kapal tersebut mengakibatkan  satu orang meninggal dunia, yakni Eka Saputra (39), dan yang mengalami luka di kepala belakang serta satu orang luka berat dibawa ke RSUD TBA.

Kapal induk yang diduga membawa barang ilegal telah ditangkap kapal Bea dan Cukai dan dikawal ke menuju Belawan.

Setelah kejadian tersebut, sebanyak 60 prajurit TNI AL dan kapal KAL Telaga Tujoh dikirim ke Tanjungbalai Asahan. (AFR)

Foto: Tiga kapal penyelundup yang disergap patrol TNI AL. (bataktoday/afr)

  • Bagikan