Warga Tanjungbalai Tewas Ditembak Petugas Bea Cukai

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday-

Aidil Eka Syahputra (39), warga Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai tewas setelah tertembak petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Teluk Nibung melakukan patroli di perairan Kuala Bagan Asahan, Kabupaten Asahan, Jumat (22/1) pagi.

Saat kejadian, Aidil sedang berada di sebuah kapal boat bersama sejumlah penumpang lainnya yang diduga memuat barang selundupan.

Ricky, saudara korban mengatakan, pada kejadian naas itu, Aidil menyambi untuk menambah penghasilan ikut bongkar muat barang di tengah laut, tepatnya di perairan Kuala Bagan Asahan.

“Ikut bongkar muat dia, barang bal berisikan kain di tengah laut. Biasanya dia menarik becak motor,” kata Ricky saat ditemui di ruang forensik RSUD dr Djasamen Saragih, Kota Pematang Siantar, Jumat (22/19) sore.

Namun Ricky mengaku kurang tahu persis kronologi kejadian dan dia membantah salah seorang perempuan yang terluka kena serempet peluru saat itu, adalah istri Aidil.

“Kurang tahu aku kronologinya. Aku tahu, disuruh datang saja ke RSU Tanjungbalai. Yang kutahu istri Aidil tak apa-apa. Pada saat itu Aidil sedang tidur telungkup bersama istrinya,” terang Ricky.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Iptu Sabran Panjaitan yang ikut mengantar jenazah Aidil ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematang Siantar mengaku belum bisa memastikan siapa pelaku penembakan.

“Belum bisa dipastikan siapa pelakunya. Maka kita bawa ke sini untuk mengambil proyektil, sekaligus otopsi untuk bisa mengetahui senjata apa yang digunakan,” jelas Panjaitan.

Panjaitan tak menampik bahwa penembakan itu berlangsung pada saat petugas Bea Cukai sedang melakukan sweeping.

“Kapal boat yang ditumpangi korban diadang oleh petugas Bea Cukai, karena diduga membawa barang seludupan. Sebelumnya, petugas Bea Cukai menahan satu kapal lainnya. Kapal boat yang diadang ini membawa barang seludupan dan penumpang ditaksir 30 orang,” terang Panjaitan.

Informasi diperoleh, saat kejadian petugas Bea Cukai bersama BKO TNI AL sedang berpatroli menggunakan kapal KRI TNI AL di sekitar perairan Kuala Bagan Asahan, Jumat (22/1) pagi.

Petugas mencurigai kapal boat dimana korban berada, yang memuat barang-barang selundupan dari Malaysia. Petugas pun melakukan pengejaran. Tetapi boat itu mencoba kabur.

Petugas di KRI kemudian memberikan peringatan, tetapi pengemudi boat terus tancap gas.

Akibatnya, petugas menembak ke arah kapal sehingga salah satu penumpang, Aidil Eka Syahputra terkena tembakan dan tewas di tempat.

Selain Aidil terdapat dua orang perempuan yang mengalami luka terkena serpihan peluru, Darma (34) warga Pantai Olang mengalami luka tembak pada jari kiri antara jari manis dan jari kelingking, serta Fatimah (28) warga Pantai Olang mengalami luka pada punggung sebelah kiri.

Dua korban luka dibawa ke RSU Tanjungbalai, sedangkan korban tewas Aidil dibawa di RSUD dr Djasamen Saragih Pematang Siantar, dan baru tiba pada Jumat (22/1) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Selanjutnya jasad Aidil dibawa ke ruangan radiologi untuk dilakukan rontgen. Berselang satu jam kemudian jasad Aidil diotopsi, disaksikan petugas Polsek Sei Kepayang dan anggota TNI AL.

Staf Forensik, Maknur Manurung menjelaskan dari hasil otopsi, penyebab kematian korban akibat hantaman proyektil kecil.

“Hantaman proyektil dari kepala belakang tembus bibir atas, gigi di bagian rahang bawah sebelah kiri copot, dan rahang bawah hancur,” terang Maknur, usai proses otopsi. (AB)

Foto: Jasad Aidil saat berada di ruang forensik RSUD de Djasamen Saragih. (bataktoday/ab)

  • Bagikan