Terminal & Alat Uji Kendaraan Dishub Siantar Telantar

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday –

Penjabat Wali Kota Pematang Siantar, Jumsadi Damanik, tinjau dua prasarana Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Pematang Siantar yang telah bertahun-tahun tidak berfungsi dan ditelantarkan, yakni alat uji kendaraan bermotor dan terminal Tanjung Pinggir.

Kepala Dishubkominfo Posma Sitorus kepada Pj Wali Kota menjelaskan, kerusakan berbagai alat uji kendaraan bermotor sudah terjadi sejak tahun 2011 lalu. Berbagai upaya perbaikan yang dilakukan tak kunjung membuahkan hasil.

Menurut Posma, dibutuhkan sedikitnya dana Rp3 miliar untuk perbaikan alat uji kendaraan tersebut.

Posma menambahkan, status kepemilikan lokasi pengujian kendaraan menjadi kendala dalam pengajuan proposal ke Kementerian Perhubungan, karena hingga saat ini masih milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Pemerintah pusat baru mau memberikan bantuan, jika sertifikat lahan dan bangunan ini atas nama Pemko Pematang Siantar,”ujarnya kepada Pj Wali Kota saat meninjau lokasi Pengujian Kendaraan Bermotor di Jalan Sang Naualuh,  Jumat (22/1/2016).

Selama ini, ujar Posma, pihaknya kerap dipersalahkan banyak kalangan, termasuk pemilik kendaraan, karena pengujian kendaraan tak bisa dilakukan. Pihaknya hanya melayani pengujian secara manual, karena kondisi peralatan yang pada umumnya rusak berat. Kondisi ini diperparah dengan kerusakan gedung yang tertimpa pohon besar pertengahan 2015 lalu, yang hingga kini belum diperbaiki.

Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor (Tester) ini awalnya dikelola Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (LLAJR) Sumatera Utara, yang diresmikan pada tahun 1991. Sekitar tahun 2008, lahan dan bangunan ini dipinjam pakai oleh Pemko Pematangsiantar melalui Dinas Perhubungan, dengan kontrak yang diperpanjang sekali dalam 2 tahun.

Kondisi yang sama juga ditemui Pj Walikota saat mengunjungi Terminal Tanjungpinggir di Kecamatan Siantar Martoba yang nyaris tidak pernah dioperasikan sejak dibangun pada awal tahun 2000-an lalu. Kondisi bangunan utama maupun pendukung tampak memprihatinkan karena sudah banyak yang keropos, busuk bahkan roboh. Ditambah lagi pepohonan yang tak terawat dan ilalang yang dibiarkan tumbuh menjadi semak belukar di seluruh areal terminal seluas 4,5 Ha ini.

Untuk merenovasi terminal ini, menurut Jumsadi setidaknya dibutuhkan Rp 10 miliar, yang sangat sulit jika mengandalkan APBD Pematangsiantar. Sementara, jika mengharapkan bantuan pusat, kendalanya juga sama, yakni masalah sertifikat lahan yang belum atas nama Pemko Pematangsiantar.

Untuk itu, Jumsadi mengharapkan Dinas Perhubungan bersama Dinas Pendapatan dan Pengelolaa Aset untuk segera mengurus sertifikat terminal ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam waktu cepat.

Sementara untuk Bangunan Pengujian Kendaraan, Jumsadi meminta segera menyurati Biro Aset Pemprovsu agar lahan tersebut segera bisa dihibahkan kepada Pemko Pematangsiantar, karena memang sangat dibutuhkan.

“Kita harus segera mengambil tindakan guna mengoperasikan pengujian kendaraan secara baik, serta terminal Tanjungpinggir yang sudah menjadi kebutuhan kita,”ujar Pj Walikota.  (rel/ajvg)

Foto: Penjabat Wali Kota Pematang Siantar, Jumsadi Damanik, menyaksikan alat uji kendaraan bermotor yang sudah rusak sejak tahun 2011 di Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor Jalan Sangnaualuh, Jumat (22/1/2016).

  • Bagikan