Rekanan Distarukim Humbahas Mengaku Selalu Kena Pungli

  • Bagikan

Doloksanggul, BatakToday –

Berdalih biaya administrasi, sejumlah kontraktor pelaksana proyek di Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) Humbang Hasundutan (Humbahas) mengeluh. Pungutan liar itu diduga dilakukan oleh sejumlah oknum pejabat di instansi tersebut.

Salah satu kontraktor yang tidak ingin disebut namanya, kepada BatakToday, Senin (25/1/2016) membongkar kedok busuk oknum tersebut. Disebutkan, bahwa pungutan liar tersebut seolah sudah tersistem dari tahun ke tahun, dan terkesan merupakan aturan main yang baku dan sulit ditanggalkan.

“Urusan administrasi proyek dari meja ke meja pada Distarukim selalu dengan uang tunai. Kalau tidak main uang, berkas administrasi akan sengaja diperlambat meski pekerjaan proyek sudah 100 persen selesai di lapangan,” beber pria berbadan tegap itu.

Ia menjelaskan, pungutan liar pada Distarukim disesuaikan dengan pagu proyek. Jika pagu proyek Rp200 juta, maka uang administrasi biasanya Rp 200 ribu setiap meja. Selanjutnya kalau pagu Rp 500 juta, kutipan biasanya Rp 500 ribu.

“Uang tunai memuluskan urusan pada Distarukim sudah rahasia umum. Kalau kita hanya mendesak penyelesaian administrasi tanpa memberikan uang tunai, maka staf Distarukim yang terkait dengan proyek kita tidak segan-segan menyindir kita untuk memberikan uang makan ataupun uang  minum. Jika tidak diberikan, maka pengurusan penerbitan Surat Pencairan Dana (SPD) dan Surat Perintah Membayar (SPM) dari Dinas tersebut akan dipersulit,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Kadis Tarukim Humbahas, Rockfeller Simamora, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (25/1), belum bersedia memberikan keterangan.

”Saya sedang di Medan, rapat,” kilah Rockefeller. (FT)

Foto: Ilustrasi.

  • Bagikan