Tebingtinggi Raih Penghargaan AKIP 2015

  • Bagikan

Tebingtinggi, BatakToday –

Kota Tebingtinggi meraih penghargaan hasil evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Tahun 2015 yang diserahkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Yuddi Chrisnandi di Jogja Expo Centre (JEC) Yogyakarta, Senin (25/1/2016).

Acara penyerahan hasil AKIP untuk 156 kabupaten/kota se-Sumatera dan DI Yogyakarta itu dirangkaikan dengan acara Forum Koordinasi Pendayaan Aparatur Negara, dihadiri juga oleh Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono XI.

Pelaksanaan evaluasi AKIP ini secara rutin dilaksanakan setiap tahun setelah berlakunya Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 juga telah mengamanatkan kepada Kementerian PAN-RB untuk melakukan koordinasi pengevaluasian akuntabilitas kinerja pemerintah.

Dalam pelaksanaannya, evaluasi yang dilakukan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kemendagri, dan Inspektorat. Dengan demikian, setiap program atau kebijakan penyelenggara negara harus dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam pidato sambutannya, Menteri PAN-RB mengingatkan, orientasi pada input yang berfokus pada besaran penyerapan anggaran yang dijalankan selama ini harus ditinggalkan.

“Oleh karena itu, pemerintah harus mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran menjadi anggaran yang berbasis pada kinerja. Dengan demikian, anggaran negara akan menjadi anggaran yang berbasis kinerja atau disusun berdasarkan perencanaan kinerja dan menghasilkan output serta outcome”, katanya.

Sementara itu, Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono XI dalam kata sambutannya mengutarakan, manajemen pemerintahan harusnya diletakkan secara fisolofis sehingga keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat.

“Perubahan birokrasi adalah suatu keniscayaan menuju yang lebih baik, akan tetapi diperlukan keseriusan dan kesabaran. Reformasi birokrasi dilaksanakan sebagai jalan yang ditempuh untuk menuju Indonesia yang lebih baik,” tandasnya.

Provinsi Sumatera Utara yang terdiri dari 33 kabupaten/kota, hanya sembilan yang berhasil memperoleh nilai “CC” (skor 50-60) yakni,Tebingtinggi, Medan, Deli Serdang, Labuhan Batu, Nias, Tanjung Balai, Langkat, dan Pakpak Bharat. Sedangkan sisanya sebanyak 24 kabupaten/kota lainnya dengan nilai “C” (skor 30-50).

Perolehan Kota Tebingtinggi atas hasil evaluasi AKIP dengan nilai “CC” ini adalah kali ketiga secara berturut-turut, mulai 2013, 2014, dan 2015.

Hasil evaluasi AKIP untuk nilai CC diberikan dalam bentuk piagam penghargaan,  diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi, Johan Samose Harahap.

Kepala Bappeda Kota Tebingtinggi, Gul Bakhri Siregar, selaku koordinator satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam  menyusun Laporan AKIP, Senin (25/1) menyampaikan, hasil evaluasi AKIP dengan nilai CC ini adalah hasil penilaian terhadap kinerja SKPD yang dilihat dari implementasi Rencana Kerja (Renja) masing-masing SKPD.

Renja dimaksud didasarkan pada Rencana Strategis (Renstra) lima tahunan dari SKPD, dan Renstra itu merupakan jabaran dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Penilaian hasil kinerja instansi kabupaten/kota ini adalah dalam kerangka pembangunan tata kelola pemerintahan agar lebih baik. Pemerintah menekankan pentingnya menjalankan tugas-tugas pemerintahan yang berorientasi pada hasil (result oriented government),” pungkasnya.(iss)

Foto: Sekda Kota Tebingtinggi Johan Samose Harahap saat menerima penghargaan AKIP dari MenPAN-R, Yuddi Chrisnandi di Jogja Exspo Center Yogyakarta, Senin (25/1/2016). (bataktoday/iss)

  • Bagikan