Kejatisu Tahan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Uang Kuliah di USU‬

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Dua tersangka kasus dugaan pembayaran dan pengelolaan uang kuliah mahasiswa Program Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (FE USU), resmi ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin (25/1) sore.

Keduanya dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Tanjung Gusta Medan untuk 30 hari ke depan. Tersangka BWL dan DNF masing-masing staf Program Magister Manajemen USU.

‪”Setelah dilakukan pemeriksaan dan untuk mempermudah proses penyidikan, kita melakukan penahanan terhadap dua tersangka tersebut,” ungkap Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Sumut, Novan Hadian.

‪Setelah pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut, kedua tersangka menjalani serangkaian tes kesehatan di Poli Klinik Kejati Sumut, dan selanjutnya langsung diboyong ke Rutan Tanjung Gusta Medan.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni, Pasal 2 dan 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Tim penyidik Kejati Sumut tengah melakukan pemberkasan dakwaan para tersangka untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan untuk diadili.

‪”Pemeriksaan kali ini, juga untuk dilakukan pemberkasan,” katanya.

‪Untuk diketahui, dalam kasus ini, penyidik juga sudah memintai keterangan dari pihak Rektorat USU, Subbag Tata Usaha Program Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi (FE) USU, Sekretaris Program Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi (FE) USU, dan Direktur Pasca Sarjana.

Kedua tersangka diduga memalsukan bukti kuitansi pembayaran uang kuliah mahasiswa tanpa menyetorkannya ke bank. Mahasiswa yang telah membayarkan uang kuliah bisa mengikuti ujian dengan bukti pembayaran palsu tersebut.

‪”Padahal sebenarnya uang kuliah yang dibayarkan mahasiswa itu tidak disetorkan kedua tersangka ke rektorat USU, biasanya melalui BNI dan Bank Mandiri,” kata Novan.

‪Menurut Novan, kasus ini bisa masuk kategori tindak pidana korupsi, karena para mahasiswa masih bisa mengikuti ujian dengan menggunakan kuitansi palsu. Berbeda jika para mahasiswa tidak bisa mengikuti ujian, maka kasus tersebut akan masuk ke dalam tindak pidana umum, yakni penggelapan.

‪”Di sini praktiknya ada perbuatan untuk memperkaya diri sendiri dengan membuat kuitansi palsu. Kalau mahasiswa ini tidak bisa ujian, berarti uang kuliah yang dibayarkannya itu digelapkan. Tapi karena masih bisa ujian, makanya masuk tindak pidana korupsi,” tuturnya.

‪Namun, menurut Novan, yang menarik dari kasus ini adalah yang melaporkannya Biro Rektorat USU. Kasus ini dilaporkan ke Kejati Sumut atas perintah Rektor USU.

‪”Begitu kita mendapatkan laporannya itu, Pak Kajati langsung perintahkan agar cepat ditindaklanjuti. Tidak sampai seminggu setelah kita mendapatkan laporan itu, langsung ditemukan bukti-bukti bahwa kedua tersangka merupakan orang yang bertanggung jawab,” jelas Novan.

‪Penyidik, kata Novan, masih terus melakukan pengusutan terhadap kasus ini. Bahkan ditemukan adanya indikasi keterlibatan pihak lain.

‪Penyidik menyebutkan, praktik pemalsuan bukti setor yang menimpa kampus milik negera itu sudah berlangsung sejak tahun 2011 hingga 2014. Untuk itu, penyidikan akan terus mendalami untuk mengetahui siapa-siapa yang terlibat dalam kasus ini.

‪”Kejadiannya itu sejak tiga tahun ini, 2011 hingga 2014. Dengan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp 6 miliar,” jelas Novan.

‪Novan juga menjelaskan, penyidik Kejatisu sudah memintai keterangan sejumlah saksi dari pihak USU. Kemudian, tim penyidik juga sudah menggelar ekspos perkara secara internal, Kamis 18 Juni 2015 lalu. Atas hal itu, penyidik menetapkan dua tersangka.

‪”Itu seluruhnya uang kuliah dan dana akademi kuliah. Kita temukan yang bersangkutan (tersangka, red) mengeluarkan kuintasi penyetoran dari bank, yang diduga dipalsukan. Setelah dicek, uangnya nggak pernah disetorkan ke Bank Mandiri dan Bank BNI 46,” urai Novan. (AFR)

Foto: Gedung Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara.(sumber: usu.ac.id)

  • Bagikan