Adipura Terancam Lepas, Wali Kota Tebing Tinggi Geram

  • Bagikan

Tebing Tinggi, BatakToday –

Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan melontarkan kegeraman atas kinerja para pejabat di satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Pasalnya Piala Adipura yang diraih Kota Tebingtinggi pada 2015 lalu, sulit untuk dipertahankan tahun ini.

Konsep penilaian untuk meraih Piala Adipura pada 2016 makin ketat, sementara penataan dan penanganan kebersihan di Kota Tebingtinggi masih setengah hati, sehingga Piala Adipura yang diraih berpotensi lepas.

Wali Kota Umar Zunaidi menyatakan kemarahan terutama atas kinerja SKPD yang menangani kebersihan. Salah satunya adalah pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) yang menyalahi kriteria.

Sampah ditimbun hingga menggunung, dan menyaahi konsep pengelolaan sampah yang seharusnya.

“Kalau seperti ini penanganan sampah, dipastikan kita mendapat poin rendah dan akan kalah,” tegas Wali Kota saat memimpin rapat koordinasi Piala Adipura 2016 yang difasilitasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) di areal TPA, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir, Rabu (27/1).

Terlihat hadir Kapolresta Tebingtinggi, Danramil, para pejabat SKPD, camat dan lurah.

Kritik lain juga disampaikan soal pemeliharaan sungai dan drainase, yang cenderung tidak terencana dan bersifat dadakan.

Kepada seluruh camat dan lurah yang wilayahnya berada di kawasan sungai diminta menggerakkan masyarakatnya untuk melakukan gotong royong.

“Tanpa peran serta masyarakat takkan ada artinya, karena gotong royong salah satu persyaratan meraih Piala Adipura,” tegas Umar.

Soal pasar, Umar berharap agar Dinas Pendapatan dengan Dinas Kebersihan dan Pasar  berkoordinasi memberikan perhatian khusus terhadap penataan.

Karena jika hal itu terabaikan, tidak akan mendapatkan nilai, dan Piala Adipura ke depan hanya jadi impian belaka.

Sementara itu, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Sumut memberikan penilaian di bawah 80 terhadap kinerja seluruh SKPD.

Diungkapkan pula, salah satu metode penilaian Piala Adipura 2016, adalah dengan sekali jalan dan menggunakan pantauan satelit.

“Jika sebelumnya menggunakan lima kali kunjungan dan ada perbaikan, maka tahun ini hanya sekali kunjungan serta menggunakan pemantauan satelit,” ujar Akmal dari Bapedalda Provinsi Sumut. (ISS)

Foto: Tampak sampah menggunung di TPA Sei Sigiling yang tak sesuai dengan kriteria penilaian Piala Adipura. (bataktoday/iss)

  • Bagikan