Pemprovsu Dorong Integrasi SIMDA-CMS

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi meminta jajarannya untuk fokus menerapkan tata kelola keuangan yang baik, diantaranya melalui penerapan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) dengan akrual basis secara real time online.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan PT Bank Sumut, Selasa (26/1) di Kantor Gubernur.

Pertemuan tersebut juga membahas penerapan Simda yang terintegrasi dengan CMS (Cash Management System) secara real time online pada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta seluruh kabupaten/kota se Sumatera Utara.

Hadir dalam pertemuan, Kepala Perwakilan BPKP Sumut Mulyana, Direktur Utama PT Bank Sumut Edie Rizliyanto, Direktur Pemasaran PT Bank Sumut Ester Junita Ginting, pelaksana Asisten Ekbang Provsu Ibnu Hutomo, dan Kabag Perbendaharaan Biro Keuangan M Ilyas.

“Jangan Sumut hanya dikenal karena hal negatif, Sumut harus bisa berubah. Salah satunya dengan sistem pengelolaan keuangan yang lebih baik,” ujar Erry.

Pihaknya akan mendukung pembenahan tata kelola keuangan di Provinsi Sumatera Utara, salah satunya menerapkan SIMDA yang terintegrasi dengan CMS.

“Pemprov Sumut harus menjadi contoh bagi kabupaten/kota. Untuk itu saya minta aplikasi ini bisa diterapkan,” ujar Erry kepada jajarannya.

Ia mengungkapan harapan, Bank Sumut dan BPKP Sumut dapat memberi pendampingan kepada Pemprov dan Pemkab/Pemko sehingga bisa menerapkan secara baik.

Kepala BPKP Sumut Mulyana menjelaskan, pihaknya mendorong SIMDA bisa diterapkan secara penuh. Dengan adanya aplikasi CMS yang disediakan Bank Sumut, maka akan semakin memperkuat pengendalian keuangan daerah.

“Dengan SIMDA dan CMS, para kepalda daerah bisa mengatur cash secara baik, sehingga tata kelola keuangan lebih baik,” katanya.

Melalui aplikasi itu, dari waktu ke waktu bisa diketahui berapa saldo dan untuk apa tujuan penggunaan, setiap saat bisa diketahui.

Saat ini ada 27 kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi yang sudah komitmen menerapkan SIMDA. Dari 27 pemda itu, tiga kabupaten sudah menerapkan SIMDA terintegrasi dengan CMS.

Mulyana mengatakan, mulai tahun 2015 lau, pengelolaan keuangan secara nasional sudah mulai menerapkan akrual basis.

“Pelaporan juga, sehingga ketika diaudit BPK sudah sesuai dengan standar akuntansi pemerintah yang berlaku,” katanya.

Akrual basis merupakan sistem yang real time, tepat, akurat, dan langsung, sehingga sistem ini dapat memberikan gambaran utuh posisi keuangan pemerintah daerah yang pada akhirnya juga mampu mengendalikan defisit anggaran.

Sementara itu Dirut Bank Sumut, Edie menjelaskan, CMS Kasda adalah sistem saluran distribusi elektronik pengelolaan keuangan daerah yang terkoneksi secara real time online antara terminal komputer pemerintah daerah dengan sistem informasi manajemen perbankan. Aplikasi CMS Kasda online ini lebih jauh dikembangkan dengan sistem yang terintegrasi dengan SiIMDA BPKP.

Ester Junita menambahkan, pihaknya dengan dukungan BPKP sudah mensosialisasikan penerapan aplikasi ke seluruh kabupaten/kota, dan hampir seluruh daerah komit untuk menerapkannya.

“Komitmen ini perlu direalisasikan, dan secara teknis kami sudah menyiapkan sistem maupun sumber daya manusia,” jelas Ester. (AFR)

Foto: Pertemuan antara Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Muradi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan PT Bank Sumut, Selasa (26/1/2016) di Kantor Gubernur. (bataktoday/afr)

  • Bagikan