Terancam Hukuman Mati , Rusli Menangis

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday –

Rusli Hanafiah (57) terdakwa kurir sabu jaringan internasional yang ditangkap personil Bea dan Cukai Teluk Nibung Kota Tanjungbalai,  terancam hukuman mati. Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kepemilikan sabu yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai, Selasa (26/1).

Semula warga dusun Tgk Disampe, Desa Arongan, Kecamatan Simpang Mamplan , Kabupaten Biruen , Provinsi Aceh dalam memberikan kesaksian tidak mengakui  bahwa dua ember cat berisikan sabu yang dibawanya dari Malaysia itu miliknya.

Ketua majelis hakim Ulina Marbun beserta dua hakim anggota Ahmad Rizal dan Widya  Astuti, dalam persidangan berkesimpulan, keterangan terdakwa Rusli Hanafiah dianggap berbelit-belit.

“Dalam perkara ini saudara terdakwa terancam hukuman mati,” pungkas Ulina Marbun .

Lanjut  Ulina, keterangan  terdakwa Rusli Hanafiah  di persidangan tidak sama dengan yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP)  Kepolisian.

“Padahal semua keterangan yang tertuang di dalam  BAP,  saudara mengaku bahwa dua ember cat berisi sabu-sabu itu  merupakan milik saudara sendiri. Apakah saudara tidak mengakuinya? Semua isi  BAP yang saya bacakan  ini sudah saudara tanda tangani  sendiri,” ujar Ulina kesal.

Mendengar dirinya terancam hukuman mati, Rusli sontak menangis.

“Sidang pada hari ini ditutup dan dilanjutkan kembali minggu depan, Selasa (2/2/2016), dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU ” tutup Ulina Marbun. (eko)

Foto:  Terdakwa Rusli Hanafiah menangis di hadapan majelis hakim dalam persidangan kepemilikan sabu yang digelar  Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai, Seasa (26/1/2016). ( foto BatakToday/eko)

  • Bagikan