Pengusaha Ratu Motor Todongkan Pistol ke Kepala Debt Collector

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday –

Dituding menunggak cicilan mobil selama  sebulan, DS pengusaha Ratu Motor berang dan berbalik ancam tembak kepala pegawai leasing.

Data yang berhasil dihimpun BatakToday, sesuai pengakuan Tony Sihombing dalam laporan ke polisi menjelaskan, aksi koboi itu dilakukan DS ketika dia bersama temannya Michael Willy (28), pegawai PT Oto Multi Artha mendapat tugas dari kantornya untuk menagih cicilan mobil DS, Selasa (26/1) pukul 12.00 WIB.

Ketika mendatangi lokasi usaha milik DS di Jalan Kartini, Kelurahan Timbang Galung, Siantar Barat, korban yang sudah terlebih dahulu memperkenalkan diri sebagai pegawai di PT Oto inipun menjelaskan bahwa DS sudah menunggak cicilan mobil selama satu bulan.

Korban juga sudah menjelaskan bahwa dia sudah beberapa kali menelepon DS agar membayar cicilan, tetapi DS tak pernah mengangkat teleponnya.

Selanjutnya, korban mengambil handphonenya dan mengambil foto pelaku untuk dikirim kepada atasannya. Itu dilakukan korban agar punya bukti bahwa dia telah bertemu DS.

Sewaktu hendak difoto, pelaku marah dan langsung merampas handphone dari tangannya. Tak sampai di situ, ketika korban meminta kembali handphone, pelaku tak memberikannya, tetapi langsung mencampakkannya ke lantai hingga pecah.

Parahnya, kata korban, saat hendak melemparkan handphone itu, pelaku marah-marah dan mengancam akan menembaknya.

“Kutembak nanti kau ya, katanya samaku,” ungkap korban.

Ketika korban memungut handphone miliknya, pelaku naik ke lantai II rumah toko dan tak lama kemudian turun ke lantai I dengan membawa satu tas samping.

Setibanya di lantai I, pelaku langsung mengeluarkan sebuah pistol dari dalam tas selempang dan menodongkannya ke kepala korban.

Melihat kejadian itu, teman korban Michael Willy, warga Jalan Melati Putih, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia mencoba melerai, tetapi pelaku tetap bersikeras menahan tangan korban.

“Pergi kalian dari sini, bawa kawan ini, nanti mati kubuat dia di sini. Nanti aku datang ke kantor, habis kau kubuat nanti,” kata DS pada Michael.

Tak terima, keduanya pun mendatangi Mapolresta Pematang Siantar untuk membuat pengaduan. Sementara petugas yang mendapat laporan segera turun ke lokasi untuk olah TKP.

Memastikan info tersebut, BatakToday mendatangi toko tersebut untuk keperluan konfirmasi, Rabu (27/1) pukul 15.00 WIB.

Namun DS tidak berada di tempat, dan menurut salah seorang pegawainya, DS pergi dan tak diketahui kapan pulangnya. Saat dimintai nomor seluler yang bisa dihubungi, pegawai ini juga mengaku tak memilikinya.

“Lagi keluar Bapak, menghadiri acara organisasi di Jalan Asahan,” ucap pria yang bekerja sebagai montir.

Kabag Humas Polresta Pematang Siantar AKP Isril Noer membenarkan pengaduan itu.

“Kita sudah terima pengaduan dan kita sudah menurunkan petugas untuk olah TKP. Kita sedang menyelidiki kasus ini,” ucapnya.

Sementara KBO Sat Reskrim Polresta Pematang Siantar, Ipda Junjungan Simanjuntak, saat dikonfirmasi membenarkan telah melakukan olah TKP dan memintai keterangan saki.

“Kita sudah cek dan melakukan olah TKP, dengan menanyakan kepada DS dan saksi lain, dan  tidak menemukan adanya senjata api,” terang Simanjuntak. (AB)

Foto: Ruko Ratu Motor di Jalan Kartini Pematang Siantar. (bataktoday/ab)

  • Bagikan