Tiga KK Warga Tebing Tinggi Pengikut Gafatar

  • Bagikan

Tebing Tinggi, BatakToday –

Tiga kepala keluarga pemilik identitas (KTP) Kota Tebing Tinggi teridentifikasi pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), yang baru-baru ini dilarang Pemerintah karena dianggap aliran sesat. Ketiga kepala keluarga itu sebenarnya sejak 2015 telah pindah ke Kota Medan, namun saat pemulangan dari Kalimantan Barat, mereka masih mengantongi identitas sebagai warga Kota Tebing Tinggi.

Kabag Humas PP Sekdakot Tebing Tinggi Bambang Sudaryono, Rabu (27/1) mengatakan, informasi tiga KK warga kota Tebing Tinggi pengikut Gafatar tersebut diperoleh dari pemberitahuan Kementerian Dalam Negeri kepada Pemko Tebing Tinggi.

“Hari ini kami ada rapat di Medan membicarakan soal pengikut Gafatar. Dari situ baru tahu ada pengikut Gafatar dari Tebing Tinggi,” ujar Bambang Sudayono.

Ketiganya, tambah Bambang, merupakan warga Kelurahan Lalang dan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan. Dari tiga KK itu, total anggota keluarga seluruhnya sebanyak 14 orang.

“Satu keluarga ada yang enam orang, dan dua keluarga lainnya masing-masing empat orang,” terangnya.

Sekretaris Kecamatan Rambutan, Muhammad Hasbie As Shiddiqie, saat dikonfirmasi membenarkan, ada  warganya yang menjadi pengikut Gafatar.

“Sofian Indra asal Kecamatan Bandar Tinggi,  dan Zainuddin warga Kebun Kopi. Selanjutnya mereka pindah ke Medan. Sofian Indra bekerja sebagai agen mobil,  sedangkan Zainuddin bekerja sebagai pedagang. Kegiatan mereka selama  tinggal di Kota Tebing Tinggi tak ada yang mencurigakan” ujar Hasbie

Foto: Ilustrasi.

  • Bagikan