Ustadz Al Habsyi: Berjihad Bukan Meledakkan Bom

  • Bagikan

Medan, BatakToday –

Warga Kota Medan diajak untuk terus menjaga semangat kebersamaan yang sudah terjalin dengan baik selama ini. Jangan mau diadu domba oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Perbedaan yang ada saat ini justru harus disyukuri sebagai bukti kebesaran Sang Khalik.

Demikian pesan Al Ustadz  Ahmad Al Habsyi saat memberikan tausiah pada peringatan Maulid Nabi Besar SAW 1437 H yang digelar Pemko Medan di lapangan eks Taman Ria, Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (27/1).

“Berjihad itu bukan meledakkan bom ataupun menembaki orang-orang yang tidak berdosa secara brutal. Cara-cara seperti  itu sangat bertentangan dan tidak sesuai dengan ajaran Islam,” tegas Al Habsyi.

“Meski  penduduk Kota Medan terdiri dari 8 etnis dan agama yang berbeda, mari terus kita jaga kebersamaan. Jangan mau diadu domba oleh orang yang sebenarnya tidak  mengetahui agama dengan benar. Jadi jangan pernah takut sedikitpun kepada teroris, takutlah kepada Allah,” pesannya.

Lebih lanjut Al Habsyi mengajak seluruh jemaah yang hadir agar mewaspadai orang-orang asing maupun kelompok orang-orang yang bersikap maupun bertindak mencurigakan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Apabila ditemukan, segera laporkan kepada aparat kepolisian maupun TNI,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Randiman Tarigan mengatakan, peringatan maulid ini dilakukan Pemko Medan secara rutin setiap tahun  karena memiliki arti dan maksud  sebagai bagian dari upaya untuk merenungkan nilai-nilai luhur dan menghadirkan kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari.

Di samping itu peringatan ini juga bertujuan memupuk jiwa dan rohani dengan ajaran Islam yang luhur dan agung, menanamkan akhlak mulia dan menyebarkan nilai-nilai kebajikan  serta nilai-nilai kemanusiaan yang diteladankan Rasullah SAW, serta sebagai upaya untuk menyemarakkan syiar Islam di Kota Medan.

“Kita berharap melalui peringatan ini, dimensi keteladanan Rasullah SAW sangat relevan untuk menangkal pemahaman dan pemikiran radikalisme. Agama mengajarkan kita bentuk-bentuk kasih sayang yang demikian tinggi. Perbuatan buruk sekalipun, seyogyanya dibalas dengan kebaikan-kebaikan untuk menciptakan keharmonisan sosial,” ujar Randiman.

Diingatkan Randiman, umat Islam sebagai penduduk mayoritas khususnya di Kota Medan,  tidak pernah diajarkan untuk mendominasi kaum minoritas. Semuanya harus menjadi satu kesatuan, memiliki kesamaan pandangan serta rasa persaudaraan.

“Jadi mari kita pelihara harmonisasi sosial atau kerukunan antar umat beragama. Bangun terus komunikasi, ciptakan rasa saling percaya dan menghormati di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Peringatan Maulid ini berjalan dengan penuh khidmat. Lebih dari tujuh ribu warga memenuhi tenda utama.

Selain tausiah, Maulid juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim,  yang diserahkan secara simbolis oleh Plt Gubernur dan Pj Wali kota. (AFR)

Foto:  Al Ustadz  Ahmad Al Habsyi diapit Plt Gubernur Tengku Erry Nuradi dan Pj Wali Kota Medan Randiman Tarigan pada Peringatan Maulid Nabi Besar SAW 1437 H yang digelar Pemko Medan di lapangan eks Taman Ria Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (27/1/2016). (bataktoday/afr)

 

  • Bagikan