Cegah Radikalisme, Aparat Kecamatan Rambutan Razia Kos-kosan

  • Bagikan

Tebing Tinggi, BatakToday –

Mengantisipasi maraknya aliran sesat dan radikalisme, aparat Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi bersama Bhabinkamtibmas, Bhabinsa dan kepala lingkungan (kepling) di kelurahan, melakukan razia rumah kos-kosan, Rabu (27/1) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Razia ini bertujuan untuk mengetahui langsung siapa pennghuni yang tinggal di rumah kos-kosan tersebut. Tindakan ini diambil untuk mendeteksi secara dini sebelum ada kejadiaan.

Petugas memeriksa identitas warga pendatang, dimana kebanyakan mereka penduduk tidak menetap dari daerah lain seperti Kabupaten Sergai, Kota Tanjung Balai dan Kota Medan yang bekerja di Tebing Tinggi.

Setelah mendapat imbauan dari camat dan lurah, penduduk pendatang ini diminta untuk membuat laporan kepada kepling dan lurah setempat.

Tidak ditemukan penduduk yang mencurigakan, tetapi warga pendatang kebanyakan tidak memiliki identitas kartu tanda penduduk baru (e-KTP) dan hanya mengantongi kartu pengenal lama.

Menurut Camat Rambutan, Muhammad Wahyudi, ada warga Kelurahan Lalang yakni penduduk Jalan Gunung Krakatau, Lingkungan IV terdaftar menjadi pengurus Gafatar, dan sekarang mereka sudah pindah ke Provinsi Kalimantan Barat.

“Kami sudah cek, ada surat pengajuan pindah atas nama Muhammad Yusuf satu keluarga ke Kalimantan Barat. Sesuai informasi masyarakat, mereka adalah pengurus Gafatar Kota Tebingtinggi,” jelas Wahyudi didampingi Lurah Lalang, Hadi Supeno.

Karena ada pengusiran dari Kalimantan Barat, pihak jajaran Kecamatan Rambutan dan Kelurahan Lalang, Kota Tebing Tinggi siap menerima kedatangan keluarga Muhammad Yusuf kembali ke kampung halaman.

“Kami berharap, setelah sekembalinya mereka disini, warga dapat menerima. Kami masih menunggu kepulangan keluarga Muhammad Yusuf dan istri serta anaknya ke Kota Tebingtinggi, hanya saja kami belum mendapatkan informasi dari Pemprov Sumut kapan mereka sampai,” terang Wahyudi.

Wahyudi meminta kepada seluruh kepala kelurahan se-Kecamatan Rambutan beserta kepling dan masyarakat untuk terus memberikan informasi kepada petugas apabila melihat aktivitas warga yang mencurigakan ataupun adanya ajaran-ajaran Islam garis keras yang ada di lingkungan setempat.

“Antisipasi dini penting, kita punya Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa. Apabila melihat hal yang mencurigakan, segera laporkan. Kepada penduduk pendatang, dalam waktu 1×24 untuk segera melapor,” cetusnya.

Joe Silalahi, warga Kota Tanjung Balai yang baru dua bulan menyewa di Jalan LKMD, Lingkungan II, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan sempat terkejut ketika rumahnya diketok petugas.

Setelah mendapat penjelesan dari petugas, Joe Silalahi mengaku baru menyewa dua bulan terakhir ini. Dia memiliki KTP sebagai penduduk Kota Tanjungbalai dan mengaku bekerja di peternakan ayam.

“Memang kami salah Pak, tidak melapor kepada aparat kelurahan setempat. Kami orang baik- baik Pak, sehari-hari aku kerja di peternakan ayam,” aku Joe. (ISS)

Foto: Aparat Kecamatan Rambutan bersama aparat TNI/Polri bercengkerama dengan penghuni salah satu rumah kos ketika melakukan razia, Rabu (27/1/2016) malam. (bataktoday/iss)

  • Bagikan