Dibawa Main Petak Umpet, Bocah SD Diperkosa Siswa SMP di Tanjungbalai

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday –

Kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur  terjadi di wilayah hukum Polres Tanjungbalai.

Sebut saja namanya Melati (7), bocah yang masih duduk dibangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD) ini disetubuhi oleh jiran tetangganya sendiri yakni  NH (13) Siswa kelas 3 SMP.dibawah pohon kelapa sawit.

Modus dugaan pemerkosaaan itu diawali oleh pelaku warga Jalan Bombongan Lingkungan III , Keluarahan Pematang Pasir , Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai, dengan mengajak korban bermain petak umpet

Saniem (35) ibu kandung korban saat ditemui BatakToday, Jumaat (29/1/2016)  mengatakan, ia mengetahui putrinya itu disetubuhi oleh pelaku setelah melihat gelagat aneh korban

“Waktu itu aku melihat putriku ini menahan rasa sakit waktu buang air kecil. Ketika kutanya kenapa, dijawabnya ‘sakit mak’ sambil menunjukkan ke arah kemaluannya,” kenang Saniem.

Selanjutnya Saniem menanyakan apa yang terjadi kepada putrinya, dan korban akhirnya menceritakan perbuatan NH menyetubuhinya di bawah pohon kelapa sawit.

“Dari pengakuan putriku ini, dia awalnya bersepeda. Lalu bertemu dengan pelaku yang seketika  itu pula  mengajaknya untuk bermain rondok-rondokan (peta umpet,red). Setibanya di bawah pohon kelapa sawit yang tak jauh dari rumah kami, pelaku lalu membuka rok putriku lalu meraba kemaluannya. Setelah itu pelaku menyetubuhi putriku,” beber Saniem dengan wajah memelas.

Menurut Saniem, dugaan pemerkosaan terhadap putri kandungnya itu terjadi dibulan Juli 2015 lalu.

“Setelah putriku itu digituinya (disetubuhi, red), pelaku sempat mengancamnnya akan melapor ke polisi apabila putriku buka mulut. Aku semula tidak berani mengadukan peristiwa yang dialami putriku karena aku takut dengan orang tua pelaku yang bertemperamen  kasar,” katanya.

Namun akhirnya Saniem memutuskan untuk melaporkan peristiwa naas itu ke Polres Tanjungbalai.

Sementara itu Ida Fitri, kepala lingkungan (kepling) setempat membenarkan terjadinya dugaan pemerkosaan itu.

“Benar kejadian itu terjadi. Korban maupun pelaku merupakan warga saya sendiri . Kasusnya sudah ditangani oleh Polres Tanjungbalai. Sewaktu melapor, Rabu (27/1/2016)  saya sendiri yang mendampinginya,” terangnya.

Ida menyebutkan, sewaktu membuat laporan ke Polres Tanjungbalai, penyidik menyarankan agar keluarga korban memeriksakan kondisi kemaluan korban ke bidan, karena waktu dibawa ke rumah sakit, dokter yang menangani itu  tidak ada ditempat.

“Sudah kami ikuti saran itu. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bidan,  ternyata selaput dara kemaluan korban ini sudah robek,” katanya.

Diterangkan Ida, keberanian  Saniem ibu kandung korban membuat laporan ke Polres Tanjungbalai diawali dengan surat pernyataan keberatan dari warganya yang lain.

“Surat pernyataan keberatan itu semula diterima ibu kandung korban. Isinya,  mereka semua tidak menginginkan keluarga pelaku untuk tinggal lagi di kampung ini. Warga menginginkan agar mereka diusir dari kampung ini. Ketidak senangan warga saya kepada keluarga pelaku, karena ayahnya pelaku bernama Ayuf Sadikin Hasibuan  pernah terlibat dalam kasus asusila, yakni menyodomi anak warga kampung ini,” terangnya. (eko)

Foto: Saniem bersama korban dugaan pemerkosaan oleh siswa kelas 3 SMP. (bataktoday/eko)  

  • Bagikan