80 Persen Tubuh Bocah Malang ini Luka Bekas Gigitan

  • Bagikan

Tanjungbalai, BatakToday –

SNB (3), bocah malang ini harus menanggung derita menyusul perceraian ayah-ibunya. SNB mendapat siksaan fisik sejak dititipkan ke orang lain.

Ibunya, Karmila (27), warga Desa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan menuturkan, sejak dia bercerai dari suaminya, Ilham Hasibuan (28), SNB diserahkan ke kakaknya, Sugiani (35), sedang dia merantau ke Pekanbaru.

Tak lama, SNB dijemput oleh ayahnya, Ilham. SNB lalu diserahkan kepada Butet (40), perempuan yang diduga selingkuhan Ilham. Sejak di hadapan Butet lah, SNB mendapat perlakuan kasar hingga hampir 80 persen tubuhnya luka bekas gigitan.

Peristiwa yang  menyedot perhatian warga Desa Bagan Asahan itu, kini telah ditangani Polres Asahan.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Asahan, Iptu R Damanik,  kepada BatakToday melalui telepon seluler, Jumat (29/1), membenarkan kasus kekerasan terhadap anak itu.

“Laporannya sudah kami terima. Kami sudah melakukan visum terhadap korban. Saksi korban sudah kita periksa. Proses selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap orang tua laki-laki korban,” terang Damanik.

Menurut Damanik, berdasarkan hasil pemeriksaan atas saksi-saksi, kasus dugaan kekerasan terhadap korban bermula setelah korban dititipkan oleh ayahnya, Ilham ke salah seorang warga Desa Bagan Asahan.

“Sewaktu membuat laporan, terlihat hampir 80 persen tubuh korban mengalami luka gigitan,” ungkap Damanik.

Sebelumnya, Karmila saat ditemui di kediaman kakak kandungnya Sugiani, menceritakan rangkaian penyebab terjadinya tindak kekerasan terhadap anaknya.

“Aku sudah bercerai dengan suamiku. Kemudian aku pergi merantau ke Pekanbaru, sedang anakku kutitipkan di rumah kakakku ini. Aku taunya anakku ini mengalami siksaan, setelah diberitahu keluarga,” tuturnya.

Saat Karmila kembali dari Pekanbaru, dia tahu putrinya sudah dititipkan oleh mantan suaminya Ilham ke rumah Butet, salah seorang warga Desa Bagan Asahan.

“Sebulan lamanya anakku ini tidak tinggal lagi  di rumah kakakku. Rumah kakakku ini dengan rumah si Butet itu hanya beda dusun. Dari rumah si Butet itulah anakku ini mendapat penyiksaan. Bukan hanya tubuhnya saja yang mendapat luka gigitan, melainkan kemaluannya juga kena luka gigitan,”  terangnya.

Berkaitan dengan kepribadian Ilham, Karmila mengungkapkan bahwa ia sering dipukul.

“Temperamennya sangat keras. Bahkan bila sedang marah, mantan suamiku itu langsung memukul aku. Bukan hanya itu, dia juga sering main perempuan. Mungkin saja antara dia dengan si Butet itu ada hubungan asmara, soalnya Ilham tertutup soal penyiksaan yang dialami anakkku ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Sugiani mengutarakan, kondisi kesehatan korban saat tinggal di rumahnya memang sudah dalam keadaan tidak baik.

“Melihat kondisinya itulah maka aku menyarankan agar si Ilham itu datang ke rumah ini untuk menjenguk anak kandungnya itu. Awalnya dia datang ke rumah ini, bukan ucapan terima kasih yang kami terima, melainkan nada ancaman akan melapor ke polisi. Jangankan uang untuk berobat anaknya, uang jajannya sajapun tak dikasinyo (diberikannya),” katanya, seraya berharap pelaku yang menyiksa keponakannya itu segera ditangkap. (eko)

Foto : Karmila saat memperlihatkan luka gigitan yang dialimi putri kandungnya akibat penyiksaan. (bataktoday/eko)

  • Bagikan