Remaja 15 Tahun Cabuli Empat Kerabatnya

  • Bagikan

Sergai, BatakToday –

Ajiman alias Diman (15) warga Tanjung Selamat, Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagei (Sergai) cabuli empat bocah perempuan yang merupakan kerabatnya sendiri. Ke empat bocah tersebut, A (8), DF (7), NS (5) dan IA (8). Akibat perbuatannya, Diman berurusan dengan Polres Tebingtinggi, Kamis (28/1/2016).

Perbuatan bejat Diman dilakukan di areal perkebunan sawit PTPN III Kebun Gunung Para pada waktu berbeda.

Awal terbongkarnya perbuatan asusila Diman, saat saksi korban TA melaporkan pada ibunya DS (26) perbuatan pelaku yang telah mencabulinya di kebun sawit.

“Saat anak saya pulang sekolah, tiba-tiba menangis dan menceritakan perbuatan pelaku yang telah melakukan perbuatan asusila di perkebunan sawit. Mendengar kejadian ini, sontak saya kaget dan langsung mengejar ke rumah pelaku yang masih kerabat kami. Saya tidak menyangka kejadian yang menimpa putri saya, karena masih keluarga,” jelas DS.

Sedang pelaku, Diman mengaku, sebelumnya dia disuruh ibunya membeli beras, namun korban, TA minta ikut ke kedai.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, TA diajak ke areal perkebunan sawit, kemudian melakukan perbuatan cabul.

“Saya hanya gesek-gesek ke kemaluannya saja. Jadi tidak ada saya masukkan alat vital saya Pak,” jelas Diman saat diinterogasi petugas polisi.

Akibat kejadian tersebut, akhirnya terungkap bahwa pelaku juga melakukan hal sama terhadap tiga anak lainnya yang juga masih kerabatnya.

Perbuatan pelaku terhadap ke tiga anak lainnya dilakukan sekitar akhir tahun 2015 di areal perkebunan sawit.

“Awalnya saya melihat gambar-gambar tak senonoh di warnet di kawasan Pondok Seng, Kabupaten Sergei pada tahun 2015 lalu. Akhirnya saya mencoba, Bang, tapi cuma gesek-gesek aja kok, tidak sampai masuk,” terang Diman.

Sementara orang tua pelaku, Aliman (39) dan Poniah (39) mengaku, Diman merupakan anak yang baik dan selalu menuruti perintah orangtua.

Poniah menjelaskan, sebelumnya Diman sekolah di Langgapayung, Kabupaten Labusel dan tamat SD pada 2014 lalu. Rencananya anak tersebut akan disekolahkan di SMP Desa Marjanji.

“Jadi kami tidak mengerti dengan perbuatan anak itu, karena setiap hari dia bekerja membantu ayahnya sebagai buruh kasar pengangkut batu kerikil, koral di sungai. Sementara para saksi korban merupakan kerabat dekat, jadi pasrah ajalah Pak,” jelas Poniah. (ISS)

Foto: Diman, pelaku pencabulan terhadap empat kerabatnya. (bataktoday/iss)

  • Bagikan