Dicari, Lahan Pengganti TPA Tanjung Pinggir

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday –

Pj Wali Kota Pematang Siantar, Jumsadi Damanik mendesak Dinas Kebersihan dan Badan Lingkungan Hidup segera mencari lahan alternatif pengganti tempat pembuangan akhir (TPA) Tanjung Pinggir.

Pasalnya, produksi sampah rumah tangga maupun industri tiap tahun mengalami peningkatan secara signifikan di Kota Pematang Siantar.

Meskipun lokasi TPA Tanjung Pinggir masih mampu menampung sampah setidaknya untuk 3-5 tahun ke depan, namun sejak dini harus dipikirkan alternatif pengganti areal yang sudah 24 tahun digunakan sebagai TPA ini.

“Jangan sampai karena lahan pengganti tak dipikirkan dari sekarang, di kemudian hari menimbulkan masalah,” ujar Jumsadi saat meninjau lokasi TPA di Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba, Jumat (29/1/2016).

Peninjauan bersama sejumlah pejabat itu dilakukan usai meninjau kegiatan gotong-royong massal ratusan pegawai Pemko Pematang Siantar, membersihkan tepi Jalan Rondahaim Saragih, yang merupakan jalan keluar masuk truk sampah menuju TPA Tanjung Pinggir.

Sebelumnya, Pj Wali Kota bersama Kadis Tata Ruang Pemukiman (Tarukim) Lukas Barus, Kadis Bina Marga Pengairan Rufinus Simanjuntak bersama anggota DPRD Herry Dermawan dan Arapen Ginting, meninjau kondisi saluran drainase di sekitar Jalan Bandung, Jalan MT Haryono dan Jalan Pasar, Kecamatan Siantar Barat, yang selama ini tak berfungsi maksimal.

Masyarakat setempat mengeluhkan tersumbatnya saluran drainase yang sudah berlangsung sejak lama. Jika musim penghujan, air tergenang mengakibatkan banjir di pusat kota yang bersebelahan dengan Pasar Horas tersebut.

Kondisi drainase semakin buruk oleh bangunan teras rumah toko warga yang menjarah badan jalan dengan menutup saluran drainase sehingga tak berfungsi maksimal. Bahkan sejumlah atap teras rumah warga sudah menjorok ke badan jalan.

“Kita tak boleh membiarkan kondisi kayak begini berlama-lama, karena dampaknya bisa menimbulkan kebanjiran dan tumpukan sampah. Jangan sampai genangan air di saluran drainase dibiarkan tidak mengalir dan menimbulkan genangan, padahal di inti kota,” ujar Jumsadi, seraya memberi arahan kepada kedua kepala dinas terkait.

Herry Dermawan juga meminta agar pihak Pemko Pematang Siantar bisa menata seluruh saluran drainase di inti kota secara bertahap agar dapat berfungsi maksimal, termasuk menertibkan mobil-mobil truk milik pengusaha ikan yang kerap membuang air cucian mobilnya yang mengandung garam secara sembarangan ke badan jalan. (rel)

Foto: Jumsadi Damanik saat berada di TPA Tanjung Pinggir bersama sejumlah pejabat Pemko Pematang Siantar. (bataktoday/rel)

  • Bagikan