Gelapkan Uang Buku, Sales Penerbit Erlangga Buron

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday –

Gelapkan uang hasil penjualan buku sebesar Rp 61 juta, Surahuddin Nasution (26), indekos di Jalan Kasad, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, menjadi buronan.

Surahuddin, warga Penyabungan, Mandailing Natal ini resmi dilaporkan atasannya, Prician Swandi Sinaga, Asisten Manager PT Penerbitan Erlangga Cabang Pematang Siantar, Minggu (31/1) sore.

Dalam laporan itu, Surahuddin yang sudah empat tahun berkerja, diberikan kepercayaan pihak perusahaan melakukan penjualan buku ke beberapa sekolah SD dan SMP. Namun, ia menggelapkan uang hasil penjualan buku bulan April hingga Desember tahun lalu.

Penggelapan teridentifikasi setelah manajemen PT Penerbit Erlangga Cabang Pematang Siantar melakukan penghitungan pada tutup buku akhir Desember 2015 lalu.

Saat itu diketahui, uang hasil penjualan buku yang dipegang Surahuddin belum disetor ke perusahaan. Surahuddin beralasan, uang hasil penjualan buku, sebagian belum disetor pihak sekolah.

Namun memasuki awal bulan tahun 2016, Surahuddin belum bisa menyetorkan uang dengan alasan yang sama, yakni pihak sekolah belum menyetor uang.

Untuk memastikan ucapan Surahuddin, tim audit PT Penerbit Erlangga dipimpin Prician Swandi Sinaga melakukan konfirmasi ke beberapa sekolah pembeli buku melalui Surahuddin, tepatnya pada Jumat (15/1/2016). Ternyata pihak sekolah telah membayar dan menunjukkan kuitansi pembayaran kepada Surahuddin.

Upaya tim audit menindaklanjuti hasil konfirmasi ke sekolah-sekolah dengan Sarahuddin tidak dapat dilakukan, karena sejak audit dilakukan yang bersangkutan tidak hadir lagi bekerja.  Akhirnya, dugaan penggelapan itu dilaporkan ke pihak berwajib.

Kanit SPKT 3 Polresta Pematang Siantar Aiptu Ardan mengaku sudah meneriman laporan pengaduan tersebut.

“Laporan korban sudah diterima. Pelaku saat ini dalam pengejaran,” kata Ardan. (AB)

Foto : Prician Sinaga melapor ke Polresta Pematang Siantar, Minggu (31/1/2016) sore. (bataktoday/ab)

  • Bagikan