Jumsadi: Imlek Fair akan Menjadi Agenda Tahunan Kota Siantar

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday –

Diwarnai penampilan beragam kreasi lintas budaya dan diakhiri dengan pelepasan balon dan pengguntingan pita, Penjabat Walikota Pematang Siantar, Jumsadi Damanik membuka secara resmi Imlek Fair Tahun 2016, Senin (1/2/2016) sore di Jalan Bandung Pematang Siantar.

Kegiatan yang digelar Bankom Polres Pematangsiatar Simalungun ini menurut Ketua Panitia, OW.Herry Darmawan, akan berlangsung hingga 6 Februari mendatang.

Penjabat Walikota Pematang Siantar Jumsadi Damanik melakukan pengguntingan pita pada pembukaan Imlek Fair 2016, didampingi ketua panitia OW Herry Dharmawan, Kapolresta Dodi Darjanto, kandidat Walikota Teddy Robinson Siahaan dan Sudjito, Senin (1/2/2016) sore.
Penjabat Walikota Pematang Siantar Jumsadi Damanik melakukan pengguntingan pita pada pembukaan Imlek Fair 2016, didampingi ketua panitia OW Herry Dharmawan, Kapolresta Dodi Darjanto, kandidat Walikota Teddy Robinson Siahaan dan Sudjito, Senin (1/2/2016) sore.

Dalam sambutannya, Pj Walikota Jumsadi Damanik mengatakan, sejak tahun 1999, atas prakarsa mantan Presiden Abdurrahman Wahid selaku Bapak Multikulturalisme, umat Tionghoa di Indonesia telah bebas merayakan Tahun Baru Imlek sebagaimana umat beragama lainnya dalam merayakan hari-hari besar agamanya masing-masing.

“Kenyataan ini patut kita syukuri, dan mari kita jaga terus kerukunan antar umat beragama yang telah berjalan dengan baik selama ini di kota Pematang Siantar. Kita berharap, Imlek Fair yang baru pertama kali digelar ini bisa menjadi agenda tahunan Pemko Pematang Siantar, yang dapat mendukung geliat pariwisata,” katanya.

Wakil Ketua  Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Pematangsiantar Pdt.Riando Napitupulu, mengapresiasi kegiatan yang pertama kali digelar di kota Pematang Siantar ini. Perbedaan dan keberagaman merupakan potensi umat beragama yang harus dibuat indah, ibarat sebuah taman yang terdiri dari beragam warna bunga.

Agama menurutnya, jangan dijadikan alat untuk memecah belah, seperti yang terus dicoba akhir-akhir ini, tetapi pemerintah kita bisa mengatasinya.

“Mari kita menjaga kekondusifan antar sesama umat beragama dalam membangun kesatuan bangsa. Selamat merayakan Imlek Fair bagi saudara-saudara kaum Tionghoa,” ujarnya.

Kapolres Pematangsiantar, AKBP Dodi Darjanto selaku pembina Bankom, menyambut baik kegiatan ini dan berharap bisa berlangsung dengan aman dan tertib sampai penutupan nantinya.

Kegiatan yang disaksikan ratusan pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat ini, disemarakkan dengan hadirnya 80 stand bazar yang menyuguhkan beragam pernak-pernik Imlek dan berbagai kebutuhan sehari-hari. Masyarakat selama sepekan akan bisa berbelanja sembari menikmati pagelaran hiburan Imlek.

Suasana Jalan MT Haryono dan Jalan Bandung tampak benar-benar meriah dan gemerlapan oleh cahaya lampion merah, sebagai simbol Imlek.

Tampak hadir dalam acara tersebut, anggota DPRD Hotman Kamaluddin Manik dan Arapen Ginting, Kadisporabudpar Fatimah Siregar, Kapolres Simalungun AKBP Yofie Girianto Putro, Kepala Cabang Bank Indonesia Pematangsiantar Elly Tjan, Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sultan Agung Dr. Darwin Lie, para Biksu dan tokoh-tokoh Tionghoa lainnya.

Ketua panitia OW Herry Dharmawan kepada BatakToday mengungkapkan, peserta Imlek Fair dikenakan biaya Rp 500 ribu untuk setiap stand selama enam hari, dan belum memfasilitasi pemungutan pendapatan asli daerah (PAD) atas penjualan pedagang yang mengikuti Imlek Fair.

“Ke depan akan kita bicarakan bagaimana untuk memungut PAD. Untuk yang pertama ini, pungutan yang kita kenakan seluruhnya digunakan untuk penyiapan teratak yang digunakan,” ujar Dharmawan. (rel/AT)

Foto: Susana meriah pada hari pertama Imlek Fair, Senin (1/2/2016)[youtube width=”100%” height=”300″ src=”6P22C9Uhm1o”][/youtube].

  • Bagikan