Pasar Gambir Tebing Tinggi Akhirnya Difungsikan

  • Bagikan

Tebing Tinggi, BatakToday –

Lebih kurang sepuluh tahun ditelantarkan, Pasar Gambir akhirnya akan difungsikan dalam waktu dekat ini. Pedagang kaki Lima (PKL) di Jalan Iskandar Muda dan Jalan Persatuan akan segera menempati Pasar Gambir yang rehabilitasinya sudah rampung.

Sepuluh tahun lebih Pedagang di Jalan Iskandar Muda Tebing Tinggi  bertahan berjualan di kaki lima yang lokasinya tidak layak dan mengganggu kelancaran lalu lintas.

Gedung Pasar Gambir sendiri sepuluh tahun telantar dan menjadi tempat buang hajat masyarakat sekitar lokasi.

Kepala Bidang Pasar Dinas Pendapatan Kota Tebing Tinggi, Malon Situmeang menjelaskan, setelah melakukan penertiban dengan cara simpatik, para pedagang Jalan Iskandar Muda dan Jalan Persatuan akhirnya bersedia  menempati  Pasar Gambir Blok C Jalan Iskandar Muda.

Penempatan para pedagang di Blok C, menurut Malon, berdasarkan hasil pencabutan nomor pada 25 Januari 2016 lalu, yang dihadiri dua anggota DPRD yakni Muliadi dan Pahala Sitorus, Kakan Satpol PP, pengurus Kadin Tebing Tinggi, serta 110 pedagang.

“Pedagang yang ikut dalam pencabutan/undi nomor tidak dikenakan kutipan, plus satu bulan digratiskan pungutan retribusi,” ujar Malon.

Dijelaskannya, tidak hanya PKL di Jalan Iskandar Muda dan Jalan Persatuan yang ditertibkan dan ditempatkan di Blok C Pasar Gambir, tetapi seluruh PKL yang selama ini menggunakan badan jalan di seputar kawasan Pasar Gambir akan dipindahkan, sehingga lokasi jalan di kawasan pasar tersebut bersih dari PKL.

Pantauan BatakToday, Selasa (2/2/2016), para pedagang di Jalan Iskandar Muda, Jalan Persatuan (Kampung Tempel), Jalan MT Haryono, dan  Jalan Suprapto, serta  samping Hotel Bahagia, tampak mulai membenahi barang dagangan unuk pindah ke gedung pasar.

“Para pedagang kali lima di Jalan MT Haryono dan samping Hotel Bahagia akan ditempatkan di Blok A dan B Pasar Gambir. Pedagang yang telah ditempatkan didalam stand atau los  pasar, tidak boleh lagi berjualan di badan jalan, dan kita serahkan kepada pihak Satpol untuk mengamankannya,” tegas Malon.

Disinggung soal tarif retribusi pasar, Malon merinci, sesuai Peraturan Daerah (Perda) No.6 Tahun 2011, retribusi kios Rp 35.000 per bulan, Stand Rp 30.000 per bulan, dan karcis lepas Rp 2000 per hari. (iss)

Foto: Pasar Gambir tampak telah rampung direhab dan siap ditempati, Selasa (2/2/2016). (bataktoday/iss)

  • Bagikan