Pj Walikota Siantar: Lurah Jangan Biarkan Warga Langgar Aturan

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday –

Sebagai penanggungjawab teritorial di wilayahnya masing-masing, Lurah harus mengetahui segala sesuatu yang dialami, dirasakan, diusulkan, serta yang dikeluhkan masyarakatnya. Jangan sampai Lurah tidak mengetahui kebutuhan rakyatnya, terutama kebutuhan pembangunan prasarana dan sarana publik. Apalagi, sebagai penguasa teritoral Lurah diberikan “jengkol” sebagai tanda jabatan.

Di sisi lain, Lurah sebagai ujung tombak pemerintah di wilayahnya juga harus melakukan upaya untuk mencegah warga melakukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.

“Lurah harus tegas terhadap aktivitas masyarakat yang melanggar aturan, jangan dibiar-biarkan sehingga sulit nantinya melakukan penataan. Contohnya yang berjualan di trotoar, di bahu jalan atau di ruang-ruang publik yang menyebabkan ketidaknyamanan masyarakat lainnya,”tegas Penjabat Walikota Pematangsiantar, Jumsadi Damanik, Senin pagi (1/2/2016), saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Siantar Barat, di Aula Kantor Camat yang dihadiri perwakilan warga masyarakat.

Penegasan Pj Walikota ini merespon paparan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Reinward Simanjuntak sebelumnya, yang mengingatkan bahwa di Kota Pematangsiantar banyak terjadi penyimpangan pemanfaatan ruang-ruang publik seperti trotoar, bahu jalan, alun-alun, serta taman-taman kota. Padahal, menurutnya, tujuan pembangunan dilaksanakan adalah untuk menciptakan kehidupan yang efisien, nyaman dan lestari.

“Kita harus menata kembali kondisi kota yang belum sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) secara berkesinambungan dan terkoordinasi lintas sektoral. Sehingga pembangunan yang kita kerjakan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Sebaliknya,  masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk turut menjaga serta mampu mengatur dirinya sendiri sebagai ciri-ciri masyarakat kota yang maju,”katanya.

Sementara itu, Camat Siantar Barat Heryanto Siddik mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk serius memberikan masukan, bukan malah menganggap Musrenbang ini hanya rutinitas seremonial belaka. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Musrenbang 8 Kelurahan yang telah digelar pada 18-22 Januari lalu.

Untuk itulah, imbuhnya, Musrenbang ini sangat penting dalam menyerap aspirasi dan usulan masyarakat, sekaligus mengevaluasi program pembangunan yang sudah maupun yang belum dikerjakan hasil Musrenbang tahun sebelumnya.

“Acara ini harus memberikan manfaat bagi kita dalam melaksanakan program pembangunan pada tahun 2017,”ujarnya seraya membacakan sejumlah program pembangunan tahun 2015 yang merupakan hasil Musrenbang tahun 2014 lalu.

Tampak hadir pada Musrenbang, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan MAkhir Harahap, Kadis Perhubungan Posma Sitorus, Kadis Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kalbiner Lumban Tungkup, Kadis Perindustrian Perdagangan Zainal Siahaan, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Agus Salam, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Jhon Piter Sitorus, Plt Kabag Humas Jalatua Hasugian, Kapolsek Siantar Barat Iptu D.Sinaga, seluruh Lurah di Kecamatan Siantar Barat, serta perwakilan seluruh instansi terkait di Pemko. (rel)

Foto: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pematang Siantar Reinward Simanjuntak sedang menyampaikan paparannya pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Siantar Barat tahun 2016, Senin (1/2/2016).

  • Bagikan