Siantar Harus Jadi Tujuan Wisata, Bukan Persinggahan

  • Bagikan

Pematang Siantar, BatakToday –

Kota Pematang Siantar harus menjadi destinasi (tujuan wisata) bukan sekedar transit atau persinggahan semata, khususnya para wisatawan yang akan lintas ke Danau Toba, Parapat atau Pulau Samosir. Jika sifatnya sekedar singgah, tentu tak banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat maupun Pemko Pematang Siantar. Padahal, letak Kota Pematang Siantar yang strategis dan persis berada di gerbang wisata sangat berpeluang besar jadi tujuan wisata.

Demikian mengemuka pada Diskusi Pengembangan Sistem Sadar Wisata, Sapta Pesona dan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Destinasi Pariwisata di Kota Pematangsiantar, Selasa siang (2/2/2016) di Balai Rahmat Taman Hewan Pematangsiantar.

Acara ini selenggarakan pengelola Taman Hewan bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Pematangsiantar.

Tampil sebagai pembicara, Penjabat Walikota Jumsadi Damanik, manajer Taman Hewan Nanda Suhaeni, pengelola Museum Simalungun Jomen Purba, Pembina Komunitas Becak Siantar Erizal Ginting, Ketua Komisi I DPRD Nurlela Sikumbang, serta Kadisporabudpar Fatimah Siregar.

Guna menopang destinasi wisata tersebut, menurut Jumsadi, berbagai infrastruktur harus dipersiapkan, diantaranya penataan lokasi wisata, kondusifitas keamanan, souvenir (oleh-oleh), kuliner,hiburan (kesenian), perhotelan, dan transportasi.

Sayangnya, sambung Jumsadi, wisatawan yang berkunjung ke Pematang Siantar masih sebatas domestik, masih jarang dari manca negara.

“Ini menjadi tantangan bagi kita jika kita komit menjadikan Pematangsiantar jadi tujuan wisata,”ujar Walikota.

“Tetapi perlu kita ingat bahwa karakter manusianya, pelayan hotelnya, pelayan kulinernya harus juga dirubah pola pikirnya. Bagaimana mungkin orang mau datang, jika karakter masyarakat kita, khususnya yang bergerak di sektor pariwisata tak bersikap ramah. Belum lagi soal kejujuran, yang sering jadi masalah bagi dunia kepariwisataan kita. Semua ini butuh kerjasama semua pihak, termasuk kepolisian yang menjadi andalan kita di bidang keamanan,”ujar Nanda.

Menurut Kadisporabudpar Fatimah Siregar, acara digelar guna mensosialisasikan pengembangan wisata kepada masyarakat melalui elemen-elemen yang diundang, yakni praktisi pendidikan, kalangan perbankan, travel, perhotelan, pengelola restoran, pengamat dan pelaku budaya, organisasi pemuda, dan unsure masyarakat lainnya.

“Kita tidak mungkin bisa kerja sendiri dalam membangun Pematang Siantar menjadi destinasi wisata, tetapi harus melibatkan semua pihak,”katanya. (rel)

Foto: Penjabat Walikota Pematang Siantar, Jumsadi Damanik, tampil sebagai pembicara pada Diskusi Pengembangan Sistem Sadar Wisata, Sapta Pesona dan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Destinasi Pariwisata di Kota Pematangsiantar, Selasa siang (2/2/2016) di Balai Rahmat Taman Hewan Pematangsiantar.

  • Bagikan