Eks Gafatar & Al Wahidiyah Tebing Tinggi Akan Mendapatkan Pencerahan Wawasan Kebangsaan

  • Bagikan

Tebing Tinggi, BatakToday –

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tebing Tinggi mencermati keberadaan eks pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dan jemaah Majelis Zikir Al Wahidiyah. Warga Eks Gafatar asal Kota Tebing Tinggi sebanyak tiga kepala keluarga akan mendapatkan pembinaan, sedang jemaah Majelis Zikir Al Wahidiyah akan dicermati lebih lanjut guna memastikan ajaran keagamaan kelompok itu apakah sesat atau tidak.

Hal itu mengemuka pada rapat Forkopimda Kota Tebing Tinggi dipimpin Kajari H Fajar Rudi Manurung, Rabu (3/2/2016) di aula Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Jalan Gunung Leuser. Hadir dalam rapat, Polres Tebing Tinggi, Kodim 0204/DS, Badan Kesbangpol dan Linmas, Dinsosnaker, Dinas Kesehatan, serta unsur MUI, FKUB, PPAKB dan beberapa instansi lain.

Fajar mengatakan, warga eks Gafatar asal Kota Tebing Tinggi sebanyak 14 orang. Setibanya di Sumut akan segera ditampung di markas Yonif Macan Kumbang di Galang Kabupaten Deli Serdang.

“Disana nanti, eks Gafatar akan dibina wawasan kebangsaan selama 14 hari,” ujar Kajari.

Setibanya di kota Tebing Tinggi, terang Kajari, warga eks Gafatar nantinya akan ditampung di komplek TC Sosial untuk mendapatkan pembinaan selama 40 hari. Selama itu, mereka akan mendapatkan pembinaan mental dan keagamaan dari MUI. Setelah itu mereka akan kembali ke keluarga masing-masing.

“Kita harapkan mereka akan mendapat pembinaan keagamaan dan MUI dan Pemko Tebing Tinggi,“ ujar Fajar, sembari menjelaskan bahwa terhadap beberapa anak eks Gafatar, juga akan mendapatkan penanganan khusus untuk pendidikan, psikologi dan kesehatan mereka.

Ketua MUI kota Tebing Tinggi H Ahmad Dalil Harahap, mengimbau umat Islam Kota Tebing Tinggi dan masyarakat umum agar menerima dengan baik kembalinya eks Gafatar.

“Kita berharap agar mereka dapat kembaIi ke pangkuan umat Islam. Mereka perlu dicerahkan dan bukan dikucilkan, itu tanggungjawab kita bersama,” pesan Katua MUI.

Keberadaan Majelis Zikir Al Wahidyah juga mendapat perhatian dalam Rakorpimda kota Tebing Tinggi. Ketua MUI kota Tebingtinggi membenarkan adanya pengikut Majelis Zikir Al Wahidiyah di kota Tebing Tinggi. Namun belum diambil langkah-langkah terkait keberadaan mereka, karena masih dalam tahap mencari informasi soal ajaran-ajaran majelis zikir itu.

“Kita masih menunggu keputusan MUI Sumut, apakah majelis zikir ini termasuk dalam kelompok sesat atau tidak,” ujar Ketua MUI. (iss)

Foto: Rapat Forkopimda Kota Tebing Tinggi membahas keberadaan eks pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dan jemaah Majelis Zikir Al Wahidiyah, dipimpin Kajari H Fajar Rudi Manurung, Rabu (3/2/2016) di aula Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Jalan Gunung Leuser. (bataktoday/iss)

  • Bagikan