Eks Pedagang Deli Plaza Demo, Jumsadi akan Panggil Yempo

  • Bagikan

Pematangsiantar, BatakToday –

Eks pedagang Deli Plaza kembali melakukan unjukrasa di depan Balai Kota Pematangsiantar Jalan Merdeka, Kamis (4/2/2016).

Dalam pernyataan sikap, pengunjukrasa meminta Penjabat Walikota Jumsadi Damanik untuk menghadirkan PT ODB atau ahli warisnya untuk menuntaskan sengketa jual-beli obyek bangunan Deli Plaza. Pengunjukrasa juga meminta Walikota agar menerintahkan Hermawanto alias Yempo untuk membuka pagar seng pembatas, agar 10 pemilik kios yang tidak ikut digugat dapat berjualan.

Usai melantik Dewan Pengawas PDAM Tirtauli, Penjabat Walikota Jumsadi menerima utusan pedagang untuk berdialog.

Dalam pertemuan, utusan pedagang meminta agar Pemko Pematangsiantar menjembatani upaya penyelesaian sengketa mereka dengan Hermawanto (Yempo) yang kini menguasai lokasi tersebut setelah dieksekusi Pengadilan Negeri Pematangsiantar 28 Januari 2016 lalu, menindaklanjuti putusan kasasi Mahkamah Agung.

Pertemuan perwakilan eks pedagang Deli Plaza dengan Penjabat Walikota Jumsadi Damanik, Kamis (4/2/2016). (bataktoday/at)
Pertemuan perwakilan eks pedagang Deli Plaza dengan Penjabat Walikota Jumsadi Damanik, Kamis (4/2/2016). (bataktoday/at)

Didampingi kuasa hukum Dame Pandiangan, pedagang juga mendesak Pemko Pematangsiantar untuk menunda penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang baru  jika dimohonkan Yempo atau pengusaha lain yang bermaksud mendirikan bangunan baru di lokasi tersebut, sebelum ada solusi atas tuntutan mereka.

“Kami tidak bermaksud mengajak pihak eksekutif dan legislatif mencampuri putusan pengadilan. Tapi hanya bermohon dicarikan solusi sesuai kewenangan Pemko, karena lahan tersebut adalah milik negara yang Hak Guna Bangunan (HGB)-nya akan berakhir tahun 2019 nanti,”ujar Dame Pandiangan.

“Kami juga mendengar, Yempo bersama investornya akan merobohkan seluruh bangunan eks Bioskop Deli itu, dan mendirikan bangunan yang akan dijual kembali ke pemilik yang baru. Padahal kami masih punya hak atas kios kami karena ada keabsahan jual belinya, tetapi sekarang dipagar seng keliling,”ujar salah satu utusan pedagang.

Perwakilan pedagang, Runggu Napitupulu menambahkan, ada 10 pemilik kios yang sebenarnya tidak ikut digugat oleh Yempo, tetapi kios mereka sekarang turut dipagar keliling, sehingga tidak bisa berjualan.

“Karena itu kami minta agar pagar seng itu dibuka supaya kami bisa berjualan, karena kios kami tak termasuk dalam gugatan saudara Yempo. Untuk hal ini, kami juga sudah melayangkan gugatan baru terhadap Yempo,”katanya.

Merespon aspirasi pedagang, Jumsadi menyampaikan apresiasinya karena tuntutan para pedagang masih pada koridor yang memiliki dasar.

“Namun kami tidak mungkin mencampuri putusan pengadilan yang telah dikeluarkan Mahkamah Agung. Untuk saat ini, saya juga belum bisa memberikan statement atau keputusan apa-apa. Karena saya harus bertemu dulu dengan saudara Yempo dan pihak-pihak terkait. Setelah itu baru kita rembukkan lagi bersama guna menemukan solusi terbaik,”katanya.

Sementara kordinator aksi Goklif Manurung mengapresiasi niat Pj Walikota untuk melakukan pertemuan dengan Yempo dan pihak terkait.

“Beliau berjanji akan kembali memanggil kami setelah bertemu dengan Pak Yempo. Dan bila perlu nanti, Pemko akan memediasi antar pedagang dengan Yempo,” ujar Goklif. (AT/rel)

Foto: Unjukrasa eks pedagang Deli Plaza di depan Balai Kota Jalan Merdeka Pematangsiantar, Kamis (4/2/2016). (bataktoday/at)[youtube width=”100%” height=”300″ src=”a_FSP6dxJzc”][/youtube]

  • Bagikan